alexametrics
29C
Malang
Tuesday, 19 January 2021

Cukup Klik via HP, Nasabah Mandiri Syariah Bisa Investasi Emas

MALANG KOTA – Mengakomordir kebutuhan nasabah dalam berinvestasi emas, Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) meluncurkan fitur e-mas di Mandiri Syariah Mobile (MSM).

Moch Endry Dzul Fikri, Area Manager Bank Syariah Mandiri area Malang mengatakan, melalui fitur e-mas ini banyak keuntungan yang didapat nasabah. “Nasabah memiliki rekening tempat menyimpan emas yang dapat di top-up, ditarik, dan ditransfer cukup dari handphone,” kata Endry, Kamis (26/11).

Sementara itu, Direktur Information Technology, Operation & Digital Banking Mandiri Syariah Achmad Syafii mengatakan, investasi emas merupakan alternatif instrumen investasi yang semakin diminati masyarakat, karena sifatnya yang walaupun bergerak volatile namun secara jangka panjang harga emas relatif terus meningkat.

Menurut Syafii, tren pembelian emas untuk keperluan pembiayaan kepemilikan emas di Mandiri Syariah pun mengalami peningkatan dua kali lipat di masa pandemi dibanding sebelum pandemi, “Berdasarkan tren dan kebutuhan customer tersebut, kami melakukan inovasi produk layanan digital berbasis emas melalui fitur e-mas di MSM,” jelas Syafii.

Lebih lanjut Syafii menjelaskan, fitur ini menjadi solusi untuk melindungi nilai tabungan nasabah. Tabungan yang saldo kepemilikannya berupa gram emas ini pun sangat mudah, aman dan nyaman diakses nasabah. Hanya dengan mengakses MSM, nasabah yang sebelumnya telah memiliki Tabungan Mudharabah atau Wadiah Mandiri Syariah, dapat membuka rekening e-mas dan selanjutnya membeli, menjual, mengambil fisik dan bahkan mentransfer saldo emasnya kepada orang lain.

Pembelian emas di fitur ini pun terbilang fleksibel secara nominal. Cukup dengan setoran awal 0,1 gram atau senilai kurang dari Rp100 ribu, nasabah sudah dapat menikmati fitur ini. Setoran berikutnya pun sangat ringan, minimal hanya 0,05 gram atau tidak sampai Rp50 ribu.

“Uniknya, nasabah yang telah mempunyai emas di rekening e-mas tersebut, dapat memberikan emasnya kepada orang lain dengan cara transfer antar rekening e-mas secara real time,” ujar dia.

Bila dibutuhkan, Syafii melanjutkan, nasabah juga dapat menjual emasnya. Cukup dari MSM tanpa harus ke kantor cabang karena uang hasil penjualan emas akan langsung masuk ke rekening nasabah, artinya investasi emas dalam fitur e-mas ini likuid dengan proses penjualan yang mudah.

Dari sisi keamanan, Syafii mengatakan, karena fisik emasnya disimpan di bank, nasabah tidak perlu repot dan khawatir memikirkan tempat menyimpan emasnya. Apabila nasabah ingin menarik fisik emasnya, nasabah cukup mengajukan melalui MSM dan mengambilnya di kantor cabang yang ditunjuk sesuai waktu yang ditentukan.

Dia menambahkan, fitur e-mas ini menjadi kesempatan nasabah untuk dapat melakukan pengelolaan keuangan jangka panjang, memiliki emas dengan mudah sekaligus memanfaatkan fasilitas penitipan fisik emas milik Bank.

Peluncuran fitur e-mas di Mandiri Syariah Mobile dilakukan secara virtual talkshow.

“Kami berharap fitur e-mas di Mandiri Syariah Mobile (MSM) ini dapat meningkatkan fungsi bank syariah. Tidak hanya sebagai penyedia produk layanan perbankan pada umumnya, namun solusi finansial khususnya investasi bagi masyarakat. Insya Allah fitur e-mas ini juga menjadi alat dan sarana edukasi masyarakat termasuk generasi milenial untuk mulai melakukan investasi sejak dini,” kata Syafii.

Selain investasi e-mas, dia mengatakan, saat ini nasabah juga dapat mengajukan gadai emas melalui MSM. Dengan fitur ini, nasabah yang memiliki emas di rumah dan ingin menggadaikannya, dengan mudah dapat memperkirakan nilai emas dari awal. Nasabah pun semakin dimanjakan karena proses gadainya dapat dipilih antara pick-up oleh pihak bank atau dengan berkunjung ke cabang terdekat. Fitur ini memperlengkap produk layanan berbasis emas di Mandiri Syariah.

Syafii memamparkan, inovasi lain yang dilakukan Mandiri Syariah adalah layanan Kartu Debit OTP. Dengan inovasi ini nasabah dapat mentransfer sejumlah dana yang dapat diambil dalam waktu tertentu (berlaku 1 jam) kepada orang lain yang bahkan tidak memiliki rekening bank. Penarikan dana pun akan terukur dan lebih aman.

Jumlah pengguna MSM hingga Oktober 2020 mencapai 1,47 juta dengan pertumbuhan akumulasi transaksi year on year mencapai 88,64 persen. “Ke depan kami akan terus peka terhadap kebutuhan nasabah dan berkomitmen untuk konsisten melakukan inovasi layanan untuk memenuhi kebutuhan finansial, sosial dan spiritual nasabah. Semoga apa yang kami lakukan dapat menjadi kontribusi dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia,” pungkas Syafii.

Pewarta: Ferdi Satria

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca