alexametrics
30C
Malang
Sunday, 18 April 2021

Traveloka Segera Jamah Layanan Keuangan di Thailand dan Vietnam

RADAR MALANG – Perusahaan jasa perjalanan online, Traveloka berencana meluncurkan layanan keuangan di Thailand dan Vietnam. Hal tersebut seiring dengan rencana pencatatan saham perdana (IPO) perusahaan di Amerika Serikat (AS) melalui perusahaan khusus (SPAC),

Mengutip laman Jawapos, Sabtu (27/2), Presiden Traveloka Caesar Indra mengatakan, bisnis Traveloka di Vietnam telah melampaui level pra Covid-19, bahkan hampir kembali ke level normal di Thailand, dan mencapai setengah dari level pra Covid di tanah air.

“Sekarang kami mempersiapkan diri dengan baik untuk 2021. Perjalanan domestik mendorong pemulihan,” ujarnya.

Indra mengatakan, rencana investasi Traveloka di industri jasa keuangan secara besar-besaran agar para konsumennya dapat melakukan perjalanan di kawasan tersebut. Apalagi, bisnis travel juga telah kembali menguntungkan pada akhir tahun lalu.

Seperti diketahui, Traveloka yang memiliki sebanyak 40 juta pengguna aktif bulanan, saat ini tengah mengembangkan layanan buy now, pay later alias beli sekarang yang akan bayar nanti untuk pasar Thailand dan Vietnam.

”Baru-baru ini membentuk perusahaan patungan dengan salah satu bank terbesar di Thailand untuk berkolaborasi di bidang fintech,” ucapnya.

Indra juga mengungkapkan, di Vietnam pihaknya juga memiliki pesaing lokal yang lebih kecil, namun pihaknya sedang berbicara dengan calon mitra di negara tersebut.

Alasan layanan pay later tersebut karena banyak konsumen yang cenderung menunggu hingga hari gajian dalam memesan tiket perjalanan. Layanan ini telah memfasilitasi lebih dari 6 juta pinjaman. Pihaknya pun meluncurkan kartu kredit PayLater dengan beberapa pemberi pinjaman Indonesia.

Indra mengungkapkan, potensi bisnis sangat besar di Indonesia, yang merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, di mana hanya 6 persen dari 270 juta penduduk yang memiliki kartu kredit.

Ketika ditanya apakah pihaknya dapat membeli bank di Indonesia, seperti perusahaan rintisan (startup) lainnya, untuk memperluas layanan keuangannya, Indra mengatakan, “semua opsi ada di atas meja,” ucapnya.

Traveloka, yang juga didukung oleh sovereign wealth fund (SWF) GIC Singapura dan firma ventura Indonesia East Ventures, telah mengembangkan layanan gaya hidup lokalnya di Indonesia. Layanan tersebut menawarkan voucher restoran dan layanan pesan-antar makanan, serta uji cepat Covid-19 alias rapid test. Ia menyebut, perusahaan tersebut adalah aplikasi review restoran terbesar di Indonesia.

Ia menambahkan, pihaknya juga tengah mempersiapkan listing di bursa AS. Saat ini, pihaknya sedang mengadakan diskusi dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (special-purpose acquisition companies) atau SPAC, untuk melantai di bursa negeri Paman Sam.

Sumber: Jawapos

RADAR MALANG – Perusahaan jasa perjalanan online, Traveloka berencana meluncurkan layanan keuangan di Thailand dan Vietnam. Hal tersebut seiring dengan rencana pencatatan saham perdana (IPO) perusahaan di Amerika Serikat (AS) melalui perusahaan khusus (SPAC),

Mengutip laman Jawapos, Sabtu (27/2), Presiden Traveloka Caesar Indra mengatakan, bisnis Traveloka di Vietnam telah melampaui level pra Covid-19, bahkan hampir kembali ke level normal di Thailand, dan mencapai setengah dari level pra Covid di tanah air.

“Sekarang kami mempersiapkan diri dengan baik untuk 2021. Perjalanan domestik mendorong pemulihan,” ujarnya.

Indra mengatakan, rencana investasi Traveloka di industri jasa keuangan secara besar-besaran agar para konsumennya dapat melakukan perjalanan di kawasan tersebut. Apalagi, bisnis travel juga telah kembali menguntungkan pada akhir tahun lalu.

Seperti diketahui, Traveloka yang memiliki sebanyak 40 juta pengguna aktif bulanan, saat ini tengah mengembangkan layanan buy now, pay later alias beli sekarang yang akan bayar nanti untuk pasar Thailand dan Vietnam.

”Baru-baru ini membentuk perusahaan patungan dengan salah satu bank terbesar di Thailand untuk berkolaborasi di bidang fintech,” ucapnya.

Indra juga mengungkapkan, di Vietnam pihaknya juga memiliki pesaing lokal yang lebih kecil, namun pihaknya sedang berbicara dengan calon mitra di negara tersebut.

Alasan layanan pay later tersebut karena banyak konsumen yang cenderung menunggu hingga hari gajian dalam memesan tiket perjalanan. Layanan ini telah memfasilitasi lebih dari 6 juta pinjaman. Pihaknya pun meluncurkan kartu kredit PayLater dengan beberapa pemberi pinjaman Indonesia.

Indra mengungkapkan, potensi bisnis sangat besar di Indonesia, yang merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, di mana hanya 6 persen dari 270 juta penduduk yang memiliki kartu kredit.

Ketika ditanya apakah pihaknya dapat membeli bank di Indonesia, seperti perusahaan rintisan (startup) lainnya, untuk memperluas layanan keuangannya, Indra mengatakan, “semua opsi ada di atas meja,” ucapnya.

Traveloka, yang juga didukung oleh sovereign wealth fund (SWF) GIC Singapura dan firma ventura Indonesia East Ventures, telah mengembangkan layanan gaya hidup lokalnya di Indonesia. Layanan tersebut menawarkan voucher restoran dan layanan pesan-antar makanan, serta uji cepat Covid-19 alias rapid test. Ia menyebut, perusahaan tersebut adalah aplikasi review restoran terbesar di Indonesia.

Ia menambahkan, pihaknya juga tengah mempersiapkan listing di bursa AS. Saat ini, pihaknya sedang mengadakan diskusi dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (special-purpose acquisition companies) atau SPAC, untuk melantai di bursa negeri Paman Sam.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru