alexametrics
26.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

BRI Genjot Penyaluran Pembiayaan di Lima Sektor Prioritas

RADAR MALANG – Pertumbuhan kredit yang diiringi terjaganya kualitas pembiayaan diprediksi akan terjadi tahun ini. Syaratnya, pelaku industri perbankan bisa secara cepat dan tepat menyalurkan kebutuhan pendanaan bagi pelaku usaha. Akselerasi pertumbuhan kredit dilakukan dengan fokus menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor usaha yang sehat.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini ada lima sektor usaha yang berperan tinggi dalam mengerek pertumbuhan ekonomi. Yakni sektor industri manufaktur, pertanian, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi & makanan/minuman. Kelima sektor ini menyumbang 60,1 persen pertumbuhan ekonomi nasional, dan menyerap 75,4 persen tenaga kerja.

Kelima sektor usaha ini juga menjadi penyumbang terbesar permintaan kredit segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sepanjang 2020. Sebanyak 83 persen kredit UMKM berasal dari pelaku usaha di lima sektor tersebut.

Direktur Utama Bank BRI Sunarso menyatakan, lima sektor usaha itu patut mendapat prioritas untuk penyaluran kredit dan pemulihan ekonomi nasional. Dia menyebut perbaikan kondisi ekonomi nasional bisa dimulai dari terjaganya kualitas dan penyaluran pembiayaan bagi pelaku usaha di lima sektor itu.

“Menurut saya, sektor yang prioritas itu yang kira-kira akan men-generate pertumbuhan kredit dan juga menjaga kualitasnya,” ujar Sunarso dalam webinar Katadata Indonesia Data and Economic Conference 2021 yang mengambil tema “Indonesia’s Narrowing Path to Prosperity: Tough Economic Choices for Hard Times” Kamis lalu (25/3).

Sunarso mengungkapkan, penyaluran kredit lembaga perbankan harus fokus menyasar pelaku usaha di segmen prioritas, terutama bagi mereka yang masuk segmen UMKM. Alasannya, UMKM adalah segmen usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia.
Apabila kondisi usaha UMKM terjaga, maka permintaan kredit dari pelaku usaha segmen ini akan meningkat. Peningkatan kredit otomatis berdampak pada membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terganggu pasca pandemi Covid-19 melanda.

Berdasarkan data BRI Micro & SME Index, mayoritas pelaku UMKM yakin dapat bangkit mulai kuartal I tahun ini. Indeks tersebut juga memotret terjadinya perbaikan aktivitas bisnis UMKM dan sentimen bisnis pelaku usaha. “Kesimpulannya, UMKM itu ternyata masih sangat optimis melihat pemulihan ekonomi ini, baik yang di-create dengan kebijakan pemerintah maupun internal situasi bisnis UMKM itu sendiri,” ujarnya.

Ke depannya, BRI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam penyaluran berbagai stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dengan tujuan akhir meningkatkan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Peningkatan dua hal ini akan berujung pada naiknya permintaan kredit, dan membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional.

Pewarta; Raoul Onley

RADAR MALANG – Pertumbuhan kredit yang diiringi terjaganya kualitas pembiayaan diprediksi akan terjadi tahun ini. Syaratnya, pelaku industri perbankan bisa secara cepat dan tepat menyalurkan kebutuhan pendanaan bagi pelaku usaha. Akselerasi pertumbuhan kredit dilakukan dengan fokus menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor usaha yang sehat.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini ada lima sektor usaha yang berperan tinggi dalam mengerek pertumbuhan ekonomi. Yakni sektor industri manufaktur, pertanian, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi & makanan/minuman. Kelima sektor ini menyumbang 60,1 persen pertumbuhan ekonomi nasional, dan menyerap 75,4 persen tenaga kerja.

Kelima sektor usaha ini juga menjadi penyumbang terbesar permintaan kredit segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sepanjang 2020. Sebanyak 83 persen kredit UMKM berasal dari pelaku usaha di lima sektor tersebut.

Direktur Utama Bank BRI Sunarso menyatakan, lima sektor usaha itu patut mendapat prioritas untuk penyaluran kredit dan pemulihan ekonomi nasional. Dia menyebut perbaikan kondisi ekonomi nasional bisa dimulai dari terjaganya kualitas dan penyaluran pembiayaan bagi pelaku usaha di lima sektor itu.

“Menurut saya, sektor yang prioritas itu yang kira-kira akan men-generate pertumbuhan kredit dan juga menjaga kualitasnya,” ujar Sunarso dalam webinar Katadata Indonesia Data and Economic Conference 2021 yang mengambil tema “Indonesia’s Narrowing Path to Prosperity: Tough Economic Choices for Hard Times” Kamis lalu (25/3).

Sunarso mengungkapkan, penyaluran kredit lembaga perbankan harus fokus menyasar pelaku usaha di segmen prioritas, terutama bagi mereka yang masuk segmen UMKM. Alasannya, UMKM adalah segmen usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia.
Apabila kondisi usaha UMKM terjaga, maka permintaan kredit dari pelaku usaha segmen ini akan meningkat. Peningkatan kredit otomatis berdampak pada membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terganggu pasca pandemi Covid-19 melanda.

Berdasarkan data BRI Micro & SME Index, mayoritas pelaku UMKM yakin dapat bangkit mulai kuartal I tahun ini. Indeks tersebut juga memotret terjadinya perbaikan aktivitas bisnis UMKM dan sentimen bisnis pelaku usaha. “Kesimpulannya, UMKM itu ternyata masih sangat optimis melihat pemulihan ekonomi ini, baik yang di-create dengan kebijakan pemerintah maupun internal situasi bisnis UMKM itu sendiri,” ujarnya.

Ke depannya, BRI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam penyaluran berbagai stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dengan tujuan akhir meningkatkan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Peningkatan dua hal ini akan berujung pada naiknya permintaan kredit, dan membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional.

Pewarta; Raoul Onley

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/