alexametrics
20.6 C
Malang
Tuesday, 16 August 2022

GoFood Distribusikan 75 Ribu Tas Ramah Lingkungan ke Mitra Driver

Hal ini sejalan dengan langkah proaktif GoFood dalam menerapkan minimal tiga dari enam prokol kebersihan makanan sesuai arahan BPOM, yaitu: penggunaan masker, penyemprotan desinfektan secara berkala, pengecekan suhu tubuh driver, penggunaan segel makanan, sticker penjaga jarak kasir dan antrian, dan menyediakan tempat cuci tangan.

Komitmen GoGreener GoFood untuk Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Pembagian tas pengantaran ini sekaligus menggarisbawahi kelanjutan komitmen GoFood dalam berperan aktif mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Hal ini sejalan dengan komitmen The Three Zeros Gojek, khususnya Zero Waste (Nol Sampah). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mencegah masuknya penggunaan plastik sekali pakai dalam ekosistem GoFood.

Selain pembagian gratis ribuan tas pengantaran kepada mitra driver, GoFood juga menginisiasi uji coba penggunaan kemasan makanan mudah terurai. “Materialnya terbuat dari serat tebu, sehingga dapat terurai hanya dalam 90-180 hari,” tambah Ichmeralda. Program ini sementara telah diterapkan di sejumlah mitra usaha di Tebet, Jakarta Selatan, seperti  Circle K Tebet, I am Geprek Bensu, Doner Kebab, dan Fried Chicken Master.

Banyak kelebihan yang didapatkan mitra GoFood maupun pelanggan dengan penggunaan tas pengantaran ramah lingkungan itu. (ist)

“Konsumsi belanja daring selama pandemi meningkat, terutama dalam pembelian makanan. Saya mengapresiasi inisiatif dari Gojek untuk penyediaan insulated bags kepada para driver. Saya harap tas-tas ini digunakan maksimal oleh para driver sehingga keinginan masyarakat untuk tidak menerima wadah kantong plastik dapat terjawab melalui inisiatif ini,” terang aktivis lingkungan penggagas Gerakan Diet Kantong Plastik (GDKP) Tiza Mafira.

Sejumlah inisiatif GoGreener lainnya yang telah dilakukan di dalam layanan GoFood antara lain penggunaan paper bag untuk mitra usaha GoFood. Fasilitas ini bisa didapatkan dari layanan GoFresh. Mereka menghadirkan opsi bagi pelanggan untuk tidak menggunakan alat makan sekali pakai. Selain itu juga mengedukasi pelanggan melalui program kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Dinas Lingkungan Hidup di tingkat daerah serta organisasi lingkungan, seperti Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP). Hal ini ditunjang denganmeningkatkan visibilitas mitra GoGreener di aplikasi.

Selain itu, GoFood juga telah bekerja sama dengan Plastik Detox untuk memberikan pelatihan bisnis ramah lingkungan kepada para mitra usaha melalui program Gojek Wirausaha. Bersama World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, mereka juga memberikan pelatihan kepada mitra driver melalui program Bengkel Belajar Mitra (BBM) mengenai pentingnya pelayanan ramah lingkungan dengan menggunakan tas pengantaran agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Pewarta: JPRM – Tiko

Hal ini sejalan dengan langkah proaktif GoFood dalam menerapkan minimal tiga dari enam prokol kebersihan makanan sesuai arahan BPOM, yaitu: penggunaan masker, penyemprotan desinfektan secara berkala, pengecekan suhu tubuh driver, penggunaan segel makanan, sticker penjaga jarak kasir dan antrian, dan menyediakan tempat cuci tangan.

Komitmen GoGreener GoFood untuk Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Pembagian tas pengantaran ini sekaligus menggarisbawahi kelanjutan komitmen GoFood dalam berperan aktif mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Hal ini sejalan dengan komitmen The Three Zeros Gojek, khususnya Zero Waste (Nol Sampah). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mencegah masuknya penggunaan plastik sekali pakai dalam ekosistem GoFood.

Selain pembagian gratis ribuan tas pengantaran kepada mitra driver, GoFood juga menginisiasi uji coba penggunaan kemasan makanan mudah terurai. “Materialnya terbuat dari serat tebu, sehingga dapat terurai hanya dalam 90-180 hari,” tambah Ichmeralda. Program ini sementara telah diterapkan di sejumlah mitra usaha di Tebet, Jakarta Selatan, seperti  Circle K Tebet, I am Geprek Bensu, Doner Kebab, dan Fried Chicken Master.

Banyak kelebihan yang didapatkan mitra GoFood maupun pelanggan dengan penggunaan tas pengantaran ramah lingkungan itu. (ist)

“Konsumsi belanja daring selama pandemi meningkat, terutama dalam pembelian makanan. Saya mengapresiasi inisiatif dari Gojek untuk penyediaan insulated bags kepada para driver. Saya harap tas-tas ini digunakan maksimal oleh para driver sehingga keinginan masyarakat untuk tidak menerima wadah kantong plastik dapat terjawab melalui inisiatif ini,” terang aktivis lingkungan penggagas Gerakan Diet Kantong Plastik (GDKP) Tiza Mafira.

Sejumlah inisiatif GoGreener lainnya yang telah dilakukan di dalam layanan GoFood antara lain penggunaan paper bag untuk mitra usaha GoFood. Fasilitas ini bisa didapatkan dari layanan GoFresh. Mereka menghadirkan opsi bagi pelanggan untuk tidak menggunakan alat makan sekali pakai. Selain itu juga mengedukasi pelanggan melalui program kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Dinas Lingkungan Hidup di tingkat daerah serta organisasi lingkungan, seperti Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP). Hal ini ditunjang denganmeningkatkan visibilitas mitra GoGreener di aplikasi.

Selain itu, GoFood juga telah bekerja sama dengan Plastik Detox untuk memberikan pelatihan bisnis ramah lingkungan kepada para mitra usaha melalui program Gojek Wirausaha. Bersama World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, mereka juga memberikan pelatihan kepada mitra driver melalui program Bengkel Belajar Mitra (BBM) mengenai pentingnya pelayanan ramah lingkungan dengan menggunakan tas pengantaran agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Pewarta: JPRM – Tiko

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/