alexametrics
25.9C
Malang
Friday, 22 January 2021

Furniture Bambu, Alternatif Perabotan yang Tak Lekang Oleh Masa

KOTA BATU – Olahan kerajinan tangan dari bambu masih banyak digemari hingga kini. Harga terjangkau, desain yang tak pernah ketinggalan zaman menjadi alasan furniture bambu selalu jadi favorit.

“Olahan bambu di sini macam–macam ada gazebo, kursi dan meja. Biasanya juga tergantung konsumen permintaannya apa, kami buatkan,” terang pemilik salah satu tempat pengerajin bambu, Asmad yang berada di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji hari ini (31/12).

Permintaannya cenderung meningkat di akhir tahun. Dalam sehari, jika ramai ia bisa meraup Rp 8 juta. Jauh beberapa bulan lalu yang hanya menyentuh angka Rp 3 juta per hari, imbas pandemi covid-19.

Pria kelahiran Singosari ini memang sangat ulet dalam mengolah bambu. Nyaris tidak ada yang terbuang meskipun batang sisa atau rusak. “yang rusak bisa dijadikan sangkar burung. Semua bisa dibuat asal kita mau, dalam usaha kan yang utama adalah niat,” jelasnya.

Usahanya ini dirintis sejak 16 tahun yang lalu. Naik turunnya permintaan menjadi sesuatu yang sudah tidak asing. Namun, di tengah maraknya permintaan konsumen ia sering mendapati batang bambu yang belum diolah pecah. Alasannya karena terik matahari yang panas langsung menyentuh bambu.

“Karena itu, kalau sedang panas biasanya ditutupi. Kalau sudah terlanjur pecah, ya tinggal mikir bisanya diolah untuk tetap jadi uang itu apa,” ucapnya sambil tertawa.

Pengerjaan gazebo, kursi dan pagar biasanya memakan waktu 2 sampai 3 hari. Pembelinya bahkan hingga pulau Kalimantan dan Papua. “Mereka yang ambil dari luar pulau sudah menyiapkan pengirimannya ke sana. Saya cuma tahu mereka ambil dari sini saja,” kata lelaki berusia 65 tahun itu.

Bahan bambu yang ia olah dibelinya dari daerah Blitar dan Malang. Harga kerajinan tangan yang ada berkisar dari Rp 150 ribu sampai 2,5 juta tergantung jenis dan ukurannya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca