MALANG KOTA – Melambung sejak tiga pekan lalu, harga tomat di sejumlah pasar tradisional hingga kemarin (5/2) masih tinggi.
Di Pasar Induk Gadang (PIG) misalnya, harganya masih bertahan di angka Rp 16 ribu per kilogram
Padahal biasanya di kisaran Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu per kilogram.
Kenaikan berlipat-lipat terjadi sejak tiga pekan lalu.
”Awal Januari lalu mulai naik menjadi Rp 16.000 per kilogram. Terjadi kenaikan karena cuaca buruk, sehingga petani gagal panen,” terang M. Kholidi, salah satu pedagang sayur dan buah di PIG.
Imbas petani gagal panen, Kholid mengatakan, pasokan tomat ke pedagang juga merosot drastis.
Kelangkaan itulah yang membuat harga tomat mulai melambung.
Selain tomat, dia mengatakan, kentang juga mengalami kenaikan.
Namun kenaikannya tidak drastis.
Dari sebelumnya Rp 14.000, kini menjadi Rp 17.000 per kilogram.
“Ini saja barangnya ambil dari Lampung,” imbuh pria yang mengaku sudah bertahun-tahun berjualan di PIG itu.
Sementara harga cabai yang biasanya tinggi, lanjutnya, kali ini mengalami penurunan.
Dari yang sebelumnya RP 75 ribu menjadi Rp 31 ribu per kilogram.
Kenaikan harga beberapa komoditas tersebut turut menyumbang angka inflasi di Kota Malang.
Pada Januari lalu terjadi inflasi 2,29 persen secara year on year (yoy) dan -0,23 persen secara month to moth (mtm).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umar Sjaifudin mengatakan, tomat menjadi penyumbang inflasi paling tinggi pada periode Januari 2024.
Yakni sebesar 0,093 secara yoy dan 0,312 secara mtm.
“Kenaikan harganya mencapai 41 persen,” tuturnya. (dur/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana