BULULAWANG – Selama Ramadan, Pasar Desa Pringu, Kecamatan Bululawang berfungsi ganda.
Pagi hari menjadi pasar rakyat, seperti berjualan sayur mayur, lauk-pauk, dan buah-buahan, sore harinya menjadi pasar takjil.
Warga sekitar yang biasanya tidak berjualan, mereka juga aktif menyuguhkan takjil demi mengais rezeki.
Baca Juga: Masih Terkendala Lahan, Pasar Desa Pringu Bululawang Malang Sulit Berkembang
“Mumpung Ramadan, coba-coba saja berjualan. Sambil mengisi waktu luang,” ujar Lusi Wahyu, salah satu penjual minuman di pasar takjil Desa Pringu kemarin.
Sejak Ramadan hari pertama, dia mengaku sudah berjualan.
Pembelinya memang tidak tentu, tapi bisa dibilang masih ramai.
Setidaknya, dia masih bisa menerima keuntungan untuk kebutuhan sehari-hari. “Jualannya tidak setiap hari. Tergantung keinginan saja. Kalau Sabtu dan Minggu, sudah pasti berjualan,” lanjutnya.
Salah satu pengunjung pasar takjil, Fitriana, 20 menyebutkan, dia tidak sengaja melewati pasar tersebut.
Mampir karena dia tertarik untuk membeli aneka takjil.
Lokasinya yang strategis memang membuat lokasi pasar tersebut mudah ditemukan.
“Rencananya mau ke mini market. Tapi, pas lewat, kebetulan lihat ada ramai-ramai pasar ini, jadi mampir,” kata dia. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana