MALANG KOTA - Pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah kerja Bank Indonesia (BI) Malang mengalami peningkatan 26,5 persen.
Kini, tercatat ada 672 ribu merchant QRIS. Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Dalam perayaan Pekan QRIS Nasional, Minggu lalu (18/8), Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Malang Febrina menyebut, 68 persen merchant QRIS tersebar di Kota Malang dan Kota Batu.
Beranjak dari data itu, pihaknya bakal melakukan perluasan agar seluruh kabupaten dan kota di wilayah kerja BI Malang turut menggunakannya.
Seperti di Pasuruan dan Probolinggo.
Baca Juga: Bank Indonesia Malang Mencatat Transaksi via QRIS Melesat 352 Persen
Upaya perluasan tersebut salah satunya dilakukan dengan menggelar event Fun Run di Lapangan Rampal.
Selain itu, pekan QRIS dengan agenda yang berbeda juga digelar di Kota Batu, Probolinggo dan Pasuruan.
”Kami juga mengundang UMKM selain dari binaan BI. Sehingga dari yang belum punya QRIS menjadi punya,” tutur Febrina.
Pihaknya juga mencatat nominal transaksi telah meningkat hingga 263 persen secara year on year (yoy).
Febrina menyebut, ke depan angka transaksi diprediksi lebih banyak dari tunai.
Sehingga penggunaan uang tunai diproyeksi bakal menurun secara signifikan.
”Kemarin tanggal 2 Agustus juga sudah diluncurkan blue print sistem pembayaran Indonesia 2030 oleh gubernur BI,” terangnya.
Rurie, salah satu pelaku UMKM mengaku cukup terbantu dengan adanya sistem pembayaran QRIS.
”Jadinya tidak perlu menghitung dan mencari kembalian,” tuturnya.
UMKM camilan binaan BI tersebut sudah menggunakan QRIS sejak 2022.
Dia melakukannya setelah mendapat dorongan dari pelanggannya. (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana