MALANG KOTA - Kuota subsidi motor listrik (molis) tahun ini resmi ditambah.
Dari sebelumnya 50.000 unit menjadi 60.000 unit.
Berdasar data Sistem Informasi Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Roda Dua (Sisapira), tahun ini sudah tersalurkan 54.587 dan masih tersisa 545.423 unit.
Sementara untuk Kota Malang sudah tersalur lebih dari 350 unit.
Sales Counter United Motor Malang Refi Nur Mariska menyebutkan, nilai subsidi pembelian masih seperti sebelumnya.
Baca Juga: Baru 4 Orang Nikmati Subsidi Molis
Yakni Rp 7 juta.
Untuk di Kota Malang, penjualan motor listrik tahun ini sudah sekitar 300 unit.
“Kalau untuk dealer se Jatim sudah 1.000 unit lebih,” tuturnya.
Menurut Refi, jumlah masyarakat yang mengguna kan molis terus bertambah secara bertahap.
Itu karena mereka menyadari biaya yang lebih irit.
Harga molis juga terjangkau karena didukung insentif dari pemerintah.
Dari empat tipe molis merek United, yang paling laris adalah MX 1200 dengan harga Rp 9,9 juta setelah dipotong subsidi.
Daya tempuh untuk sekali charge mencapai 80 km.
Pengisian daya dari nol sampai pe nuh membutuhkan waktu 2 jam.
Kalau dirupiahkan setara Rp 2 ribu.
“Kalau mau baterai lebih bagus di tipe TX. Harganya Rp 27 juta sudah dipotong subsidi,” tuturnya.
Menurut dia, kebanyakan keluhan molis adalah performa baterai yang cepat turun.
Masa lah itu terjadi akibat motor terlalu sering kehabisan baterai.
Untuk menghindarinya, baterai harus diisi daya saat posisinya 20 persen,” ungkapnya.
Sementara itu, Store Manager Mister E Bike Malang Yulia mengungkapkan, penjualan motor listrik dengan subsidi di tempatnya sekitar 50 unit lebih pada tahun ini.
Apabila digabungkan dengan penjualan molis yang tidak mendapat subsidi, jumlahnya lebih banyak.
Baca Juga: Sebagian Merek Molis Minta DP untuk Daftar Subsidi
Toko yang menjual berbagai merek molis dan sepeda listrik itu menyebutkan, tahun ini mulai banyak bermunculan merek dan tipe motor listrik baru.
Pilihan masyarakat pun bertambah.
Daya tempuh beberapa merek molis ada yang mencapai 130 km sekali isi daya.
“Merek Polytron yang paling besar dayanya. Tapi harus sewa Rp 200 ribu per bulan,” ungkapnya.
Menurut Yulia, meskipun subsidi motor listrik akan berakhir pada akhir tahun ini, dia optimistis penjualan akan tetap baik karena masya rakat sudah banyak yang paham mengenai plus minus memakai motor listrik.
“Yang pasti mereka memilih motor listrik karena lebih hemat,” kata dia. (dur/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana