Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kredit Longgar, Penjualan Mobil di Kota Malang Merangkak Naik

Aditya Novrian • Senin, 1 September 2025 | 16:41 WIB
JADI INCARAN: Hyundai Stargazer menjadi salah satu mobil jenis MPV yang diincar konsumen.
JADI INCARAN: Hyundai Stargazer menjadi salah satu mobil jenis MPV yang diincar konsumen.

MALANG KOTA – Pasar otomotif di Kota Malang mulai bergerak positif. Setelah pada semester pertama 2025 penjualan anjlok hingga 50 persen, kini tren penjualan kembali stabil di kisaran 80 persen.

Penjualan mobil masih ditopang pembelian lewat kredit. Namun, sejak kondisi ekonomi melemah dan daya beli masyarakat turun, perbankan mengetatkan persyaratan kredit. Akibatnya, cukup banyak calon pembeli yang akhirnya membatalkan transaksi karena pengajuan tidak disetujui.

Meski begitu, dua diler Honda di Kota Malang mencatat penjualan 377 unit mobil sejak Januari hingga Juli. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen menggunakan fasilitas kredit, sisanya dibayar tunai.

”Malang itu penjualan tertinggi setelah Surabaya. Mayoritas transaksi juga menggunakan kredit,” terang Calvin, Area Sales and Dealer Development Manager Honda Surabaya Center, Main Dealer Honda untuk wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara. Ia menargetkan total penjualan mencapai 875 unit, dengan separuhnya dikejar pada semester kedua ini.

Unit paling diminati tetap All New Honda Brio. Bahkan penjualannya di Malang tercatat lebih tinggi dibanding Surabaya. Masyarakat menilai Brio pas untuk mobil pertama karena ukuran yang ringkas dan harga relatif terjangkau. ”Namun porsi pembelian kredit yang menurun membuat total penjualannya sedikit tertahan,” jelas Calvin.

Tidak hanya Honda, merek lain juga merasakan kondisi serupa. Direktur PT Gatra Perdana Putra Yudi Irawan Wijaya menyebut produk Hyundai seperti Stargazer dan Creta masih laku keras dibanding semester pertama. ”Sekarang pengajuan kredit sudah agak longgar, jadi target penjualan lebih mudah dikejar,” kata Yudi.

Menurutnya, transisi dari penurunan daya beli menuju pola pembelian normal memang butuh waktu. Apalagi bank harus berhati-hati menyeleksi calon kreditur. Namun ia yakin, dengan tren yang membaik di semester kedua, penjualan otomotif di Kota Malang akan kembali pulih. (aff/adn)

 

Editor : A. Nugroho
#Naik #penjualan mobil #pasar otomotif #Kota Malang