Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lonjakan Permintaan Picu Kelangkaan Emas Fisik di Kota Malang

Aditya Novrian • Rabu, 11 Februari 2026 | 10:28 WIB
STOK MENIPIS: Seorang pegawai toko emas menunjukkan jenis logam mulia Galeri24 ukuran 1 gram kemarin siang. Meningkatnya permintaan emas membuat stok barang menjadi menipis dan langka.
STOK MENIPIS: Seorang pegawai toko emas menunjukkan jenis logam mulia Galeri24 ukuran 1 gram kemarin siang. Meningkatnya permintaan emas membuat stok barang menjadi menipis dan langka.

MALANG KOTA - Minat masyarakat Kota Malang terhadap investasi emas meningkat tajam setelah harga logam mulia melonjak pada Januari lalu. Kenaikan harga itu mendorong banyak nasabah tabungan emas digital dan cicilan emas ingin mencetak simpanannya menjadi emas fisik.

Namun, lonjakan permintaan tersebut tidak diimbangi ketersediaan stok di pasaran. Keterbatasan emas fisik terutama dirasakan untuk produk bermerek Antam dan Galeri 24 yang selama ini menjadi favorit. Kondisi itu membuat sebagian nasabah harus masuk daftar antrean untuk mendapatkan emas fisik.

Humas Pegadaian Cabang Malang Herlin Ira mengatakan lonjakan permintaan terjadi secara tiba-tiba sehingga memengaruhi distribusi emas fisik. ”Karena lonjakannya sangat tiba-tiba, saat ini nasabah memang harus antre dulu untuk cetak emas fisik.

Permintaan Emas Kian Meningkat
Permintaan Emas Kian Meningkat

Paling tidak akhir Februari semua permintaan cetak fisik yang tertunda sudah terpenuhi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.

Untuk menjaga ketersediaan stok, Pegadaian mulai membatasi beberapa layanan produk emas digital, terutama cicil emas dan cicil emas dengan manfaat asuransi. Saat ini pengajuan kredit hanya dibuka untuk tenor 12 hingga 36 bulan. Tenor pendek 3–6 bulan sementara ditutup menyesuaikan waktu pengiriman emas fisik.

Selain itu, pengajuan kredit untuk denominasi 0,5 gram dan 1 gram juga dihentikan sementara. Pegadaian turut membatasi transaksi cetak fisik tabungan emas maksimal dua keping per nasabah per hari di seluruh kanal transaksi.

Herlin mengakui sempat terjadi kepanikan nasabah saat harga emas mencapai puncak pada akhir Januari. Namun dia mengimbau masyarakat tetap tenang menghadapi fluktuasi harga.

Sementara salah satu nasabah bernama Agus mengatakan dirinya sudah mulai membuka tabungan emas tahun 2025 awal. Saat ini tenor cicil tabungan emasnya sudah berakhir. Namun dirinya ingin mencetak fisik emas itu.

”Tadi tanya ke petugas yang ada merek UBS saja, untuk Galeri 24 harus antri dulu,” papar pria asal Lowokwaru itu. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#Nasabah #lonjakan permintaan #emas fisik #malang