MALANG KOTA – Pucuk pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang resmi berganti. Indra Kuspriyadi dikukuhkan sebagai Kepala Kantor Perwakilan BI Malang menggantikan Febrina yang telah menjabat sejak 2024.
Pengukuhan berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Grand Mercure, Kecamatan Blimbing, kemarin (11/2). Prosesi pelantikan dipimpin Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dan disaksikan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat serta Bupati Malang H.M. Sanusi. Sebelum dipercaya memimpin BI Malang, Indra menjabat di Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara.
Baca Juga: Profil Indra Kuspriyadi, Kepala Baru Kantor Perwakilan BI Malang
Filianingsih menyebut Indra sebagai salah satu sumber daya terbaik yang dimiliki Bank Indonesia. Dia memiliki pengalaman panjang di berbagai penugasan strategis, termasuk sebagai Deputi Direktur Kantor Wilayah BI Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.
“Indra adalah salah satu putra terbaik BI yang sebelumnya telah mengemban berbagai penugasan, termasuk Deputi Direktur Kanwil BI Sumatera Utara dan Selatan,” ujarnya.
Menurut Filianingsih, pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat peran BI Malang dalam menjaga stabilitas ekonomi wilayah. Terutama melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra strategis.
Baca Juga: OJK dan BI Malang Jamin UMKM Punya Akses Pembiayaan hingga Pasar Digital Lebih Luas
Dia menambahkan, kondisi perekonomian global saat ini masih dibayangi ketidakpastian. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diproyeksikan sedikit melambat menjadi 3,2 persen dibanding 3,3 persen pada 2025. Perlambatan itu dipengaruhi dinamika negosiasi tarif resiprokal Amerika-Indonesia serta kerentanan rantai pasok global.
Meski demikian, perekonomian nasional dinilai tetap berada pada jalur yang relatif aman. Pada triwulan IV 2025, ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh 5,3 persen.
"Jadi peran BI di daerah sangat penting sebagai strategic advisor yang bersinergi dengan pemda,” lanjut Filianingsih.
Peran tersebut mencakup pengendalian inflasi, menjaga ketahanan pangan, serta memperkuat gerakan nasional pengendalian inflasi. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari sisi produksi, distribusi hingga konsumsi.
Baca Juga: Wilayah BI Malang Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,82 Persen pada Triwulan Kedua
BI juga terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pendekatan ekosistem yang menghubungkan UMKM, agregator, dan perbankan. Selain itu, hilirisasi sektor pangan dan perluasan pasar ekspor menjadi fokus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Digitalisasi UMKM binaan juga terus diperluas agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Pergantian kepemimpinan di BI Malang diharapkan membawa energi baru dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Dengan potensi ekonomi yang besar di wilayah kerja BI Malang, stabilitas daerah dinilai berperan penting dalam menopang perekonomian nasional. (aff)
Editor : Aditya Novrian