JawaPos.com – Lembaga survei kembali menempatkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin unggul di pemilihan presiden 2019. Salah satunya data yang berasal dari Alvara Reasearch Center. Bahkan temuan Alvara Research Center menunjukkan selisih elektabilitas kedua paslon mencapai 20 persen.





Menanggapi hal itu, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku, survei internal menunjukkan dirinya masih kalah dari petahana. Akan tetapi, kata dia, kekalahan itu diikuti oleh angka swing voters yang masih tinggi.





“Di survei internal kami, 1/3 atau 33 persen adalah swing voters dari pemilih Pak Presiden dan pemilih kami. Mereka belum mantap menentukan pilihan,” kata Sandiaga di Jakarta, Rabu (7/11).





Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga melihat angka pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) masih tinggi. Kedua kelompok responden itulah yang bakal ‘digarap’ oleh Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.





“Ini kerja keras kami untuk menggapai para pemilih yang belum menentukan pilihan dan belum menentukan pilihan secara mantap untuk kita sentuh dengan sosialisasi dan kampanye yang sesuai dengan aspirasinya,” pungkasnya.





Sebagaimana diketahui, hasil temuan lembaga survei Alvara Research Center menunjukkan bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapatkan elektabilitas sebesar 54,1 persen, sedangkan Prabowo-Sandi sebesar 33,9 persen. Artinya, jarak antara kedua paslon tersebut mencapai 20,2 persen.






Dari sisi tren elektabilitas, kedua pasangan ini memiliki tren berbeda dari survei pada Agustus lalu. Jokowi-Ma’ruf mengalami tren kenaikan sebesar 0,5 persen, sementara Prabowo-Sandi justru mengalami penurunan sebesar 1,3 persen.






(ce1/aim/JPC)