Kepala Bidang Perhubungan Dinrumkimhub Blora, Sutiyoko mengatakan, pemeriksaan kali ini dilakukan untuk  melihat kelaikan kendaraan. Yang dilihat mulai dari uji kir, kelengkapan surat kendaraan, fisik, serta sarana pendukung kendaraan. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan awak kendaraan serta penumpang selama perjalanan angkutan Natal dan tahun baru. Bus yang diperiksa terdiri dari angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun antar kota antar  provinsi (AKAP). 

Nah, dalam pemeriksaan ditemukan empat bus yang terbukti melanggar trayek. Seharusnya, trayek keempat bus tersebut hanya sampai Blora saja. Tapi keempat bus jurusan Jakarta ini malah sampai di Terminal Cepu. Dari temuan pelanggaran ini, petugas langsung menindak dengan penilangan serta menahan surat-surat kendaraan. ‘’Kami minta sopir bus maupun agen langsung mengurus izin trayek insidentil ke dinas terkait,’’ tuturnya. 

Izin trayek insidensial ini memang untuk bus yang mengangkut penumpang yang berada di luar trayeknya. Menurutnya, untuk mengurus izin trayek insidensial tidak mahal. Karena sopir ataupun agen hanya perlu mengeluarkan Rp 15 ribu untuk sekali jalan. ‘’Tapi kalau mengurus untuk menambah trayek harus mengajukan langsung ke Dirjen Perhubungan Darat,’’ ujarnya. 

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Blora Iptu Yoga menjelaskan, penilangan dilakukan untuk memberikan efek jera kepada bus yang melanggar izin trayek. Kalaupun memang menginginkan untuk tetap mengangkut penumpang sampai Cepu maka alternatifnya agen harus mengurus trayek sementara. 

(bj/fud/faa/JPR)