Jadi Idol K-Pop, Dita Karang Terbiasa Lakukan Hal Ini

RADARMALANG – Dita Karang belum lama ini debut sebagai member girlband K-Pop bernama Secret Number. Perempuan asal Yogyakarta itu kini merasakan bagaimana hidup sebagai seorang idola K-Pop yang sedang mempromosikan lagu baru.

Dita Karang baru selesai syuting acara musik SBS ‘Inkigayo’ ketika diundang untuk Live Instagram bersama Dian Sastrowardoyo pada Minggu (24/5). Di situlah Dita akhirnya menceritakan kesehariannya selama masa promosi lagu ‘Who Dis’ yang dirilis pekan lalu.

“Kayak apa sih keseharian kamu sekarang?” tanya Dian Sastrowardoyo seperti dikutip dari Live Instagram keduanya (25/5).

“Aku pagi bangun jam 3 pagi, mandi lalu siap-siap ke salon untuk make up dan hair-do. Itu setiap hari selama debut dan bisa makan waktu tiga atau empat jam karena gantian dengan member yang lain. Make up dan hair-do ini ditahan sampai malam,” kisah Dita.

“Setelah itu kita ke gedung stasiun TV, lokasinya sekitar satu jam dari sini (gedung manajemen) jadi ke sana terus harus standby dulu. Terus check macem-macem, touch up, kostum, benerin ini itu. Ini juga tergantung kita dapat (giliran tampil) jam berapa. Kadang-kadang pre-recording, kadang-kadang nggak. Kita seharian di situ sampai ending ngumumin chart juara satu sampai tiga,” lanjut perempuan campuran Bali dan Jawa tersebut.

Jadwal itu masih belum selesai. Karena setelah kembali ke gedung manajemen, Dita masih harus mempersiapkan diri untuk penampilan besok. Kadang ada pula kelas-kelas lain yang dijadwalkan oleh Vine Entertainment.

“Terus balik ke studio karena besok harus perform jadi latihan. Terus fitting, makan, dan sebelum tidur biasanya pakai sheet mask 20 menit baru langsung tidur,” katanya, dengan logat Jawa medok.

Hal itu terus berulang-ulang sejak debut. Bahkan setelah Live Instagram dengan Dian Sastrowardoyo pun, Dita masih harus ada kelas sehingga tidak bisa mengobrol terlalu lama.

Dita kini sudah mulai terbiasa dengan rutinitas barunya. Mengingat debut adalah hal yang paling dia inginkan jadi dia sendiri sudah mengerti risiko dari jalan yang diambilnya tersebut.

Penulis: Elsa Yuni Kartika
Foto: Instagram @ditakarang
Editor: Hendarmono Al Sidarto