Setelah Drive-in Cinema, Drive-in Concert Bakal Jadi Alternatif Hiburan di Masa Social Distancing

ZETIZEN MALANG – Rupanya, dunia musik panggung sama anjloknya dengan industri film layar lebar. Kegiatan keduanya memang punya kesamaan, yaitu sama-sama mengharuskan penontonnya berkumpul di tengah keramaian.

Agenda para musisi yang paling menunjang ekonomi mereka, seperti tur album, konser musik, dan segala bentuk promosi musik lainnya terpaksa harus ditunda atau dibatalkan hingga vaksin untuk Covid-19 ditemukan dan pandemi ini berakhir.

Sebagai solusi dari imbauan social distancing, muncullah alternatif hiburan baru seperti drive-in cinema hingga drive-in concert. Bisa dibilang, drive-in concert merupakan temuan baru yang bisa jadi masa depan industri musik.

Apa Itu Drive-in Concert?

Mirip seperti konsep Drive-in Cinema atau Drive-in Theater, Drive-in Concert merupakan kegiatan menonton konser dari dalam mobil. Penonton akan diajak berbondong-bondong mengendarai mobilnya ke dalam venue konser dan berjajar di area tersebut seperti akan memarkir mobil.

Kemudian, pengunjung dapat menonton konser di panggung dan layar lebar dari dalam mobil serta mendengarkan konsernya melalui transmisi radio FM. Sedangkan, interaksi antara musisi di panggung dan pengunjung di dalam mobil dilakukan melalui panggilan video konferensi Zoom.

Lalu, bagaimana dengan tepuk tangan? Ya, penonton dapat melakukannya dengan cara membunyikan klakson mereka sebagai bentuk apresiasi.

Mulai Bermunculan di Kalangan Musisi Eropa dan Amerika

Drive-in concert seketika menjadi “harapan” bagi para pelaku musik. Musisi di Eropa dan Amerika pun turut melirik konsep tersebut, seperti penyanyi Denmark Mads Langer, DJ D-Nice, Marc Rebillet, musisi lokal Los Angeles, hingga musisi besar seperti Keith Urban.

Melansir ABC (26/5), Mads Langer menjadi salah satu pioneer yang membuat drive-in concert viral. Dengan bantuan frekunsi radio mobil, layar lebar, sambungan Zoom dan venue super besar yang terdapat di Copenhagen, Langer berhasil merealisasikan konsernya di tengah pandemi. Bahkan, tiketnya terjual habis dalam waktu 6 hari.

“Aku sangat menantikan bermain konser normal lagi, memeluk penontonku dan dekat dengan mereka ketika aku diperbolehkan. Tapi sementara, aku berpikir bahwa drive-in concert layak dieksplor,” ujar Langer, seperti dikutip dari ABC (26/5).

Tampaknya, konsep konser tersebut juga disambut hangat oleh para promotor, pemilik venue, dan musisi dari negara lain. Dikutip dari Billboard (26/5), Los Angeles memiliki drive-in concert pertamanya pada 26 Maret.

Kala itu, musisi indie lokal seperti Jeremiah Chiu, Ben Babbit, dan Celia Holander tampil dalam gelaran yang diatur oleh stasiun radio Dublab. Kemudian, musisi Austin Ben Ballinger menggelar drive-in concert pertamanya dengan hanya 25 mobil saja.

Drive-in concert makin populer saat Keith Urban “turun tangan” untuk bereksperimen dengan konsep baru konser musik ini. Musisi country tersebut mengadakan drive-in concert pertamanya pada 15 Mei lalu di Tenessee.

Konser tersebut ia gelar sebagai bentuk terima kasih pada petugas medis. Saat kosner berlangsung, setidaknya ada 200 petuga medis di Vanderbilt University Medical Center yang hadir di gelaran tersebut.

Berdasarkan daftar agenda yang dibuat oleh Billboard, masih ada beberapa drive-in concert lain yang menanti. Salah satunya adalah musisi EDM Marc Rebillet yang akan melakukan tur keliling delapan kota.

Drive-in concert telah menjadi pilihan baru bagi industri musik melangsungkan hidupnya dan menjadi alternatif hiburan bagi para penikmat musik. Namun, apakah ini akan berhasil dan menjadi hal yang normal untuk masa depan dunia panggung? Kita lihat saja!

Penulis: Ananda Triana
Foto: Billboard, Instagram @madslanger
Editor: Hendarmono Al Sidarto