Silakan Saja Fadli Zon Gulirkan Pansus TKA - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon menilai cuitan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat (PD) Andi Arief terkait isu tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos bukanlah bentuk penyebaran berita bohong alias hoaks.

Wakil ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu meminta pihak-pihak untuk membaca cuitan Andi Arief itu dengan jernih.

“Kalau menurut saya, apa yang dicuit Saudara Andi Arief itu sama sekali bukan menyebar hoaks. Coba dibaca dengan jernih, dia hanya meminta klarifikasi, dia hanya meminta itu dicek. Jadi, janganlah demokrasi kita dinodai dengan kriminalisasi,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/1).

Anak buah Prabowo Subianto di Partai Gerindra itu mengatakan kalau demokrasi dinodai dengan kriminalisasi, maka sebaiknya tidak usah ada demokrasi. Karena itu, Fadli pun menyesalkan jika ada orang yang berbeda pendapat, langsung dikriminalisasi. Menurut dia, tindakan itu sama saja dengan menjadikan hukum sebagai alat politik.

“Masyarakat kita sudah melek khususnya dengan hal-hal seperti ini. Saya kira ditertawakan oleh seluruh dunia kalau hal-hal seperti itu saja dikatakan demokrasi seperti begini,” katanya.

Fadli berpendapat ini hanya persoalan perbedaan persepsi saja sehingga tidak perlu ada kriminalisasi.

Menurut dia, perbedaan pendapat merupakan warna demokrasi. Dalam demokrasi perbedaan pendapat itu merupakan hal wajar.

“Kalau semuanya mau satu pendapat, semuanya mau senada, ya bukan demokrasi namanya,” paparnya.(boy/jpnn)