Festival Sains dan Budaya 2019, Satukan Dua Olimpiade - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA – Festival Sains dan Budaya (FSB) 2019 resmi dibuka hari ini, 22 Februari. Iven yang merupakan gabungan dari ISPO (Indonesia Science Project Olympiad) dan OSEBI (Olimpiade seni dan Bahasa Indonesia) diikuti oleh ratusan finalis siswa peneliti maupun seniman se Indonesia. Festival yang digelar di Sekolah Kharisma Bangsa ini berlangsung hingga 24 Februari.

Presiden ISPO Prof Dr Ir Riri Fitri Sari MSc MM mengungkapkan, untuk pertama kalinya, dua olimpiade disatukan dalam FSB. Ini untuk meningkatkan minat siswa dalam meneliti dan mengembangkan bakat seninya.

Khusus untuk ISPO, menurut dosen di Universitas Indonesia ini, ada 25 provinsi yang ikut. Sedangkan sekolahnya ada 112, dan 120 kelompok siswa. Mereka adalah para finalis yang akan menampilkan proyek-proyek penelitiannya. Tercatat ada enam cabang yang diikuti yaitu lingkungan, teknologi, fisika, kimia, biologi, komputer.

Dari enam cabang itu yang paling diminati adalah lingkungan karena lebih banyak bersentuhan dengan masyarakat.

“Saya lihat budaya meneliti siswa masih rendah. Budaya meneliti akan terpacu bila ada tokoh ilmuwan yang jadi sumber inspirasi generasi milenial,” kata Prof Riri saat pembukaan FSB 2019 di Sekolah Kharisma Bangsa, Jumat (22/2).

Saat ini tokoh inspirasi masih pada sosok Prof BJ Habibie. Mereka kagum dengan kecerdasannya dalam membuat pesawat terbang.

Sayangnya, saat ini sosok inspiratif di bidang sains sangat jarang, bahkan tidak ada. Milenial lebih banyak disodorkan tokoh-tokoh para YouTubers yang menampilkan kemewahan.

“Bagaimana bisa siswa tertarik meneliti kalau sosok inspiratifnya tidak ada. Di sinilah butuh kerja keras guru-guru. Guru harus mampu melihat bakal meneliti siswa yang terpendam,” terangnya.