KOTA BATU – Tren naiknya wisatawan dari tahun ke tahun coba dipertahankan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Dinas pariwisata kembali menjadi ujung tombaknya. Dari rekapitulasi mereka, selama dua tahun terakhir, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan itu memang  drastis.

Tahun 2017 lalu, tercatat ada 5 juta wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu. Setahun berselang, tepatnya 2018 lalu, dinas pariwisata mencatat ada 6,4 juta wisatawan yang masuk ke Kota Batu.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengapresiasi ketika target yang disematkan tiap tahun terpenuhi. ”Tahun kemarin (2018) kan menargetkan 5 juta (targetnya), ternyata kunjungan wisatawan yang masuk ke tempat tembus 6,4 juta. Itu catatan yang apik,” beber dia. Menurut dia, jumlah capaian dari tahun lalu bakal menjadi patokan untuk target di tahun ini. ”Minimal harusnya 6,5 juta (wisatawan) untuk targetnya,” tambahnya.

Meski tempat-tempat wisata di Kota Batu masih cukup potensial, dia menilai perlu ada penambahan sejumlah fasilitas. ”Tetap harus ada wahana-wahana baru yang di-upgrade,” kata Dewanti. Sejumlah perbaikan infrastuktur, menurut dia, juga penting dilakukan. Baik infrastruktur jalan maupun fasilitas umum lainnya. Terpisah, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono, terlihat optimistis target kunjungan wisatawan bakal terpenuhi.

”Tahun lalu (2018) targetnya 5,4 juta, tapi mencapai 6,4 juta wisatawan. Tahun ini harus bisa (mencapai target),” terang dia. Secara umum, dia menyebut bila target kunjungan wisatawan tahun ini mencapai angka tujuh juta orang. Untuk memenuhi itu, ”modal” yang dimiliki mereka senilai Rp 9 miliar. ”Lebih kurang (jumlah anggarannya) sama kayak tahun lalu, tidak begitu berbeda,” imbuh Imam.

Selain penambahan fasilitas di tempat wisata yang sudah ada, dia melihat bila faktor pemberdayaan desa juga memegang peranan penting untuk meningkatkan kunjungan wisata. ”Dari potensi yang sudah ada, pengembangan Desa Wisata akan diberdayakan,” tambah Imam. Agar wisatawan makin nyaman, sarana penunjang seperti homestay dan vila menurut dia harus ditata lebih baik lagi. ”Ada sekitar 300-an homestay di Batu, dari situ nanti targetnya (akan ditata),” jelasnya.

Disinggung terkait alokasi dana senilai Rp 9 miliar, dia masih belum bisa menjabarkannya secara detail. Menurut dia, dana tersebut bakal dijabarkan dalam empat program di dinas pariwisata. ”Ada program destinasi, SDM, seni budaya, dan promosinya,” jelas Imam. Untuk program destinasi, bakal dijabarkan dengan penambahan varian wisata desa. ”Karena tiap desa nanti memiliki tematik tersendiri,” lanjutnya.

Contohnya seperti di Kecamatan Bumiaji, yang memiliki banyak desa dengan tempat wisata kebun apel, jeruk, hingga stroberi. Program promosi bakal dijabarkan dalam bentuk kerja sama dengan sejumlah media. ”Di dalamnya ada paid media atau media berbayar, own media, dan media sosial,” papar Imam.

Pemanfaatan own media yang dimaksud yakni website resmi yang terintegrasi oleh program Smart City Pemkot Batu. Sementara promosi lewat media sosial bakal tetap mengandalkan Facebook dan Instagram.

Pewarta               : Mochamad Sadheli
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Bayu Mulya
Fotografer          : M.Badar Risqullah