JawaPos.com – ZU, 41, yang merupakan salah satu Kepala Desa di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) harus duduk di kursi pesakitan. Pasalnya, yang bersangkutan menyalahgunakan dana desa tahun 2017 silam untuk membeli mobil.

Kasat Reskrim Polres OKU, AKP Alex Andrian mengatakan kejadian ini terjadi pada tahun 2017 lalu. Saat itu, Pemerintah Pusat mengucurkan dana desa sebesar Rp 801 juta. Kemudian, tanggal 13 Juli 2017, pelaku melakukan pencairan tahap pertama sebesar Rp 481 juta di Bank Sumsel.

Namun, dana tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya dan tidak sesuai dengan APBDes. “Pelaku menggunakannya untuk membeli mobil dan kebutuhan pribadi lainnya,” katanya saat memberikan keterangan pers, Selasa (26/2).

Hingga akhirnya, aksi tersebut diketahui dan dilakukan audit oleh BPK RI. Dari hasil audit tersebut diketahui kerugian yang dialami negara yakni sebanyak Rp 359 juta.

Kini, pihaknya pun telah menyita ATM milik pelaku serta mobil yang dibeli oleh pelaku sebesar Rp 150 juta. Selain itu, pihaknya pun telah melengkapi beberapa berkas untuk diserahkan agar segera disidangkan. “Saat ini berkasnya telah lengkap atau P21 tinggal menjalankan persidangan,” tutupnya.

Editor           : Sari Hardiyanto

Reporter      : Alwi Alim