JawaPos.com – Pihak kepolisian telah menangkap pelaku pembuat dan penyebar berita bohong alias hoax terkait tujuh kontainer surat suara yang tercoblos. Bahkan beredar informasi bahwa pelaku hoax tersebut merupakan tim relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Belakangan, informasi tersebut langsung dibantah tim BPN Prabowo-Sandi.

Menanggapi hal tersebut, politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli mengatakan wajar BPN Prabowo-Sandi membantah bahwa relawannya yang telah membuat dan menyebarluaskan isu hoax tujuh kontainer surat suara. Dia menyebut, itu upaya cuci tangan kelompok Prabowo-Sandi.

“Mereka kan cuci tangan bilang itu bukan relawan. Itu kan kata Gerindra. Bagi saya itu upaya cuci tangan dari pihak Gerindra. Mau resmi atau tidak, tapi itu kan jelas relawan Prabowo-Sandiaga Uno,” kata Guntur saat ditemui di kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (9/1).

Guntur menuturkan, seharusnya tim Prabowo-Sandi mengakui bahwa pelaku pembuat dan penyebar hoax adalah relawannya. Dia menyebut, berstatus relawan resmi atau tidak, namun orang tersebut tetap merupakan bagian dari relawan Prabowo-Sandi.

“Mau resmi atau tidak tapi itu jelas relawan Prabowo-Sandiaga. Jadi, tolong BPN Prabowo-Sandi itu jangan cuci tangan dari kasus hoax pendukungnya,” jelasnya.

Guntur menilai, tim Prabowo-Sandi sudah melakukan hoax berulang-ulang. “Kenapa saya bilang cuci tangan? Karena mereka sudah melakukan kebohongan berulang-ulang dan caranya selalu cuci tangan. Kasus Ratna Sarumpaet, kemudian selang RSCM yang dipakai katanya 40 orang, kemudian Sandi bilang bangun tol tanpa utang. Itu kan semua bohong,” tegasnya.

Editor           : Estu Suryowati

Reporter      : Fersita Felicia Facette, Muhammad Ridwan