JawaPos.com – Foto para hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat mendadak viral. Mereka berpose dengan menunjukkan dua jari yang identik dengan salam milik capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subainto-Sandiaga Uno.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, salam ?dua jari ini tidak bisa langsung diartikan dengan dukungan terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sama seperti salam jempol yang tidak bisa langsung diidentikkan dengan Jokowi-Ma’ruf Amin.

?”Satu jari juga sama ketika orang merasakan makanan enak di jempol, ketika lagunya bagus jempol, ketika anaknya pakaiannya bagus jempol. Dua jari kan juga bisa dari kata kelihatan juga bisa. Sehingga jangan semua dipersepsikan secara politik hal-hal yang natural itu,” ujar Hasto di DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (13/2).

Walaupun dua jari adalah salam khas Prabowo-Sandi, namun Hasto memandangnya lain. Hasto sendiri mengartikan, pose itu simbol menembak. Sebab Hasto mengaku yakin tidak mungkin hakim dengan sengaja foto bersama menunjukkan arah dukungan. Sebab, bisa dianggap tidak netral.

“?Bisa saja tembak-tembakkan. Karena kami tahu hakim tahu posisinya netral, (seperti) TNI-Polri. Jadi, jangan ragukan netralitas aparat negara termasuk penegak hukum,” pungkasnya.

Sebelumnya, dunia peradilan digegerkan oleh sebuah foto hakim ‘salam dua jari’. Padahal Dirjen Badilum Mahkamah Agung (MA) telah melarang hakim menunjukkan keberpihakan dalam pilpres. Selidik punya selidik, foto itu adalah sekelompok hakim yang bertugas di PN Jakpus.

Editor           : Estu Suryowati

Reporter      : Gunawan Wibisono