JawaPos.com – Sejak beberapa minggu lalu, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Surabaya. Akibatnya, beberapa jalanan dan wilayah pemukiman di Surabaya, tergenang air. 

Salah satunya, Jalan Ngagel yang tergenang air hingga setinggi betis orang dewasa, kemarin (19/1). Ketinggian air yang mencapai hampir 1 meter, juga terjadi di Jalan Ketintang Madya. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi banjirnya sejumlah jalanan di Surabaya tersebut. Pertama, efek full moon (bulan purnama) yang telah memasuki masa puncaknya, hari ini. 

Sehingga, menyebabkan air pasang setinggi hingga 1 meter. Kedua, posisi awan kumulonimbus (CB), sedang berada di selatan dan barat. Sementara, arah angin berhembus dari barat ke timur. 

“Makanya, saat awannya bergerak ke arah Madura, kemungkinan akan menimbulkan hujan yang cukup lebat. Tapi sebenarnya, berdasarkan evaluasi kami, curah hujan saat ini masih wajar,” kata Eddy kepada JawaPos.com, Minggu (20/1). 

Meski demikian, Eddy memprediksi kondisi itu tidak akan berlangsung lama. Hari ini, adalah puncak full moon. Dia memprediksi, tidak akan ada genangan setinggi lutut orang dewasa saat masa full moon telah usai. 

Selain itu, kondisi saluran air primer dan sekunder dengan lebar 80 cm dan kedalaman 1 meter, masih mampu menampung debet air. Hanya, Eddy mengaku masih banyak menemukan beberapa lokasi saluran yang tersumbat oleh sampah warga. 

“Makanya, kami sempat kerja bakti kemarin (19/1). Tapi kondisi pematusan kita masih cukup (baik). Besok (21/1) setelah full moon, kondisinya akan normal lagi,” kata Eddy. 

Editor           : Sari Hardiyanto

Reporter      : Aryo Mahendro