Direktur Lembaga Survei Adiwangsa, Mahatva Yoga

KOTA MALANG- Angka swing voter di Kota Malang kini sebesar 7,5 persen. Sedangkan partisipasi politik di Kota Malang menempati kisaran angka 80,2 persen. Hasil ini diperoleh berdasarkan uji saint league oleh Lembaga survei Adiwangsa selama 31 Januari hingga 31 Maret 2019.

Berdasarkan keterangan Direktur Lembaga Survei Adiwangsa Universita Brawijaya, Mahatva Yoga, survei ini dilakukan pada 400 responden dari berbagai kalangan usia yang berada di 5 kecamatan di Kota Malang. Swing voters adalah orang yang masih belum menentukan sikap dan pilihan untuk memilih pada Pemilu 2019 pada 17 April mendatang.

Menurut Yoga, swing voters rentang dialami pada pemilih usia 30-40 tahun. “Mereka belum bisa menentukan sikap, suaranya masih bisa dipengaruhi orang lain. Mereka adalah usia produktif yang memilih secara rasional,” paparnya.

Ada banyak faktor seorang menjadi swing voters, di antaranya karena mungkin tidak bisa mencoblos di tempat asalnya dan harus repot mengurus form A5. Atau bisa jadi mereka adalah orang yang tersakiti pada pemilu sebelumnya, sehingga mereka merasa pilihan yang dipilih sebelumnya tidak memberi kemanfaatan.

“Mereka ini memang akan memilih sesuai dengan visi misi, keluarga, dan terakhir idealitasnya. Rata-rata swings voters berasal dari masyarakat kalangan yang berpendidikan tinggi. Mereka akan menimbang hasil apa yang akan diperoleh dengan pilihannya,” pungkas dia.

Pewarta: Rida Ayu
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto : Rida Ayu