Dari Diskusi Waspada Bahaya Narkoba di Kantor Jawa Pos Radar Malang (1)

Mendesak, Peraturan Daerah tentang Pemberantasan Narkoba

Kasatreskoba Polres Malang Kota AKP Syamsul Hidayat (kiri) membeber data peredaran narkoba dalam diskusi di kantor Radar Malang Jalan Kawi 11-B Selasa lalu (30/1).

Ada banyak solusi yang dihasilkan dalam diskusi bertajuk ”Waspada Bahaya Narkoba” di kantor Jawa Pos Radar Malang Selasa lalu (30/1). Salah satunya adalah pentingnya pembentukan perda (peraturan daerah) yang mengatur pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Kasatreskoba Polres Malang Kota AKP Syamsul Hidayat menyatakan, adanya perda ini diharapkan bisa menyelamatkan generasi muda di Kota Malang. Lantaran, dalam perda ini bisa mengatur secara teknis tentang pencegahan narkoba di sekolah-sekolah.

”Selama ini memang masalah anggaran menjadi penting. Operasional penindakan dan sosialisasi diperlukan. Sementara dana milik polisi itu terbatas,” kata perwira dengan tiga balok di pundaknya ini.

Menurut dia, dengan adanya perda itu, otomatis akan ada OPD (organisasi perangkat daerah) yang menjadi think tank (pelopor) dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kota Malang. Dengan demikian, nantinya setiap tahun akan ada dana yang diperuntukan untuk mengatasi permasalahan narkoba. Saat ini karena belum ada perda, pencegahan belum dilakukan secara sistematis oleh Pemkot Malang.

Dalam diskusi yang berlangsung kurang lebih dua jam itu, dia menyinggung mudahnya narkoba masuk ke tanah air melalui negara tetangga. ”Kalau mau ngirim sabu-sabu dari Aceh misalnya, lewat Malaysia dulu. Baru lewat pesawat, langsung sampai di Malang,” jelasnya.

Barang-barang haram tersebut bisa dengan mudah masuk Malang karena selama ini pengiriman jasa paket begitu longgar.

”Kalau sudah turun dari pesawat kan tidak ada pemeriksaan lagi. Pemeriksaannya hanya saat keberangkatan. Nah, masuknya barang dan sampai di bandara di sini itu bukan dari faktor kelalaian. Saya duga itu kesengajaan di sana (negara tetangga, Red),” beber mantan Kasatreskoba Polres Malang itu.

Sementara itu, terkait butuhnya perda tentang pemberantasan dan pencegahan narkoba itu juga disuarakan anggota Forman (Forum Masyarakat Anti Narkoba) Kota Malang Taufik. Dia menyatakan, pihaknya sudah pernah membahas soal peredaran narkoba dengan DPRD Kota Malang.

”Penindakannya sudah dilakukan polisi. Tapi, sosialisasi agar banyak masyarakat yang tahu belum maksimal. Nah, pemerintah harus ikut berperan,” ucapnya. ”Agar bisa berperan, harus ada perda,” imbuhnya.

Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Malang AKBP Bambang Sugiharto menyatakan, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dan kolektif. Saat ini bahaya narkoba di Kota Malang sudah dalam taraf menakutkan.

”Ekstasi yang bentuknya tablet kini sudah ditemukan dalam bentuk cair atau liquid. Ini sangat berbahaya karena tidak banyak yang tahu,” kata perwira kelahiran Pamekasan tersebut.

Dia menyatakan, peredaran narkoba yang sudah masif dengan inovasi tersebut di Kota Malang menjadi pertanda ngototnya para pelaku narkoba untuk terus merusak generasi bangsa. Mereka juga bernafsu mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya.

”Termasuk memasukkan narkoba ke vapor (rokok elektrik) yang saat ini lagi ngetren,” kata perwira dua melati tersebut.

Menurut dia, selain banyaknya pelaku narkoba juga semakin menyulitkan pengawasan sipir di lapas (lembaga pemasyarakatan). Ribuan narapidana dan tahanan narkoba mendominasi penghuni lapas. Sementara sipir yang mengawasi hanya belasan orang.

”Maka tidak hanya BNN dan polisi saja yang menangani masalah narkoba. Semua harus bersama ikut andil,” pungkasnya.

Sementara itu, selain dari BNN dan Polres Malang Kota, hadir juga dalam diskusi itu, di antaranya, Kepala Dinsos (Dinas Sosial) Kota Malang Sri Wahyuningtyas. Ada pula perwakilan dinas pendidikan, dinas kesehatan, dinas pemuda dan olahraga, Granat (Gerakan Nasional Anti Narkoba), dan Forman (Forum Masyarakat Anti Narkoba).

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Doli Siregar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here