Inovasi E-Commerce di Madyopuro, Kampung Biru di Kiduldalem

Kampung Biru, salah satu andalan Kiduldalem di Otonomi Award 2018.

MALANG KOTA – Satu per satu inovasi terungkap dalam penjurian Otonomi Award 2018. Di Kelurahan Madyopuro misalnya, ditemukan satu program warga yang sangat inovatif.

Yakni, membuat aplikasi jual beli online semacam e-commerce, yang khusus bagi warga RW 17. Jadi, siapa pun warga yang punya usaha apa pun bisa jualan lewat aplikasi tersebut.

”Dan ini kami gratiskan, promo di web kami ini tidak perlu bayar,” terang Hendra Purwaning Dumadi, ahli IT RW 17, dalam paparannya kemarin (17/4).

Hendra menyebut, dia membuat aplikasi e-commerce ini berawal dari keluhan warga yang harus pergi jauh kalau mau membeli keperluan. Sebab, RW 17 berada di perumahan yang agak jauh dari jalan raya.

”Maka daripada bingung, cukup beli dari warga sekitar saja. Dan penjualnya juga siap mengantar. Ini memudahkan sekali,” ungkapnya bangga.

Dia mengklaim, inovasi teknologi ini baru satu-satunya di Kota Malang. Sebab, web yang dia bikin dengan nama rwjitu tersebut juga bisa untuk keperluan surat-menyurat.

Jadi, setiap warga diberi nomor PIN, lalu bisa membuka akses dan mengurus KTP/KK. Koneksi web tersebut langsung ke RT dan RW.

”Jadi, warga yang tidak sempat ngisi formulir manual, dari mana pun bisa ngisi via online. Tapi, tetap harus minta tanda tangan pak RT maupun RW sebelum ke kelurahan,” imbuh Hendra sambil menyimulasikan program aplikasinya.

Inovasi lain juga dipamerkan warga Kelurahan Kiduldalem. Salah satunya berhasil menyulap kawasan kumuh menjadi destinasi wisata baru dengan adanya Kampung Biru.
Tahun lalu, Kelurahan Kiduldalem mendapatkan anggaran Rp 962 juta dari KemenPUPR.

”Anggaran itu kami gunakan untuk merenovasi 73 unit rumah warga,” kata koordinator Bantuan Keswadayaan dan Masyarakat (BKM) Kelurahan Kiduldalem Djoni Iskak.

Bedah rumah itu menjadi salah satu bagian untuk mendukung keberadaan Kampung Biru Arema yang diresmikan pada 6 Februari 2018. Ya, image kumuh Kelurahan Kiduldalem perlahan terkikis seiring dengan keberadaan Kampung Biru Arema.

Kelurahan yang bertetangga dengan Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi Kesatrian itu dikenal lewat identitas warna biru pada rumah-rumah warga dan fasilitas umumnya. Tapi, upaya untuk menjadikan Kampung Biru Arema menjadi destinasi wisata unggulan masih belum berhenti.

Ketua Kampung Biru Arema Irmawan Yutanto menyatakan, dari evaluasi yang sudah dilakukan, Kampung Biru Arema masih butuh sentuhan di sana-sini.

”Kampung ini butuh spot-spot selfie baru. Juga wahana. Saat ini, kami sedang mengupayakan untuk membuat flying fox di sini,” ujar Irmawan.

Kemudian, ada wacana untuk membuat museum Arema di kawasan itu. ”Tempatnya sudah ada. Yakni, di Balai RW 05. Kami juga sudah berkoordinasi dengan manajemen Arema FC,” jelas dia.

Pewarta: Indra Mufarendra
Penyunting: Abdl Muntholib
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Bayu Eka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here