Mahasiswa di Malang Jago Gadaikan Barang, Ini Buktinya

MALANG KOTA – Permasalahan keuangan yang sering menimpa mahasiswa, membuat menggadaikan barang menjadi salah satu solusinya. Ini terungkap dari data bahwa 68 persen pelanggan pegadaian adalah mahasiswa.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Pegadaian Sunarso saat memberi kuliah umum kepada para mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (UB), Rabu (19/9). ”Dari data yang setiap tahun kami olah, mahasiswa itu sering bolak-balik ke pegadaian daripada pekerja,” ucap Sunarso.

Makanya, dia berani saja mengeluarkan program pegadaian seperti Pegadaian Digital Service (PDS). Menurut dia, ini menjadi jawaban dari kebutuhan milenial yang sudah sangat akrab dengan layanan keuangan berbasiskan digital. Aplikasi ini pun bisa melayani gadai tanpa bunga. Mantan wadirut BRI ini malah mengakui kalau jumlah milenial yang makin meningkat setiap bulannya bukan jadi masalah besar. ”Mereka malah loyal, rutin juga ke pegadaian untuk pencicilan,” kata dia. Keloyalan para mahasiswa ini diakui olehnya lebih tegas dibanding yang nonmahasiswa.

Di era digital ini, menurut Sunarso, ada fakta unik karena selama ini citra pegadaian melekat pada ibu rumah tangga dan perempuan muda. ”Kalau boleh jujur, setelah PDS ini dibuat, mulai ketahuan customer kami sebenarnya lebih besar para pria,” kata dia. Terutama para mahasiswa laki-laki, angkanya cenderung besar.

Mengapa datanya berbeda dengan di kantor cabang yang menunjukkan pegadai ini umumnya para wanita? Sunarso menyatakan, biasanya para suami yang bekerja tidak ada kesempatan pergi ke pegadaian. ”Meski laki-laki yang katanya berani ke mana pun, mereka ini malu ke pegadaian,” tambahnya. Nah, untuk para milenial laki-laki, dibukalah akses pegadaian di kampus agar mereka lebih enak dan merasa privat.

Pewarta: Sandra Desi Caesaria
Editor: Amalia
Penyunting: Irham Thoriq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here