MALANG KOTA – Hujan deras yang mengguyur Kota Malang mengakibatkan terjadinya longsor di sejumlah titik di Kota Malang kemarin (11/2). Meski tak sampai menimbulkan korban jiwa, kerugian yang disebabkan longsor mencapai ratusan juta rupiah. Jika hujan dengan intensitas tinggi kembali turun, bukan tidak mungkin longsor susulan bakal terjadi.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, empat lokasi longsor tersebut ada di Jalan Kelapa Sawit Pisang Candi, Jalan Candi Mendut Utara II Mojolangu, Gang 1 Klayatan, dan Jalan Rawisari Mulyorejo.

Di Jalan Pisang Candi, tebing dan fondasi pabrik Kerupuk Super Jaya roboh sekitar pukul 03.15 dini hari kemarin. Dari pantauan koran ini, akibat longsoran tersebut yaitu putusnya akses belakang dari Jalan Kelapa Sawit ke Kampung Baru Pisang Candi. ”Ini kan jalan penyambung dari Kelapa Sawit ke Kampung Baru. Ada juga jalan lain, tapi memutar,” kata Anjar Wahyudi, 55, ketua RT 04, RW 03, Pisang Candi.

Anjar menyatakan, hujan dengan intensitas tinggi terjadi di kawasan Pisang Candi mulai Minggu (10/2) pukul 22.00 hingga Senin (11/2) pukul 08.00. Dia melanjutkan, fondasi pabrik kerupuk itu memang ditaksir sudah berumur 17 tahun. ”Yang pertama tahu kalau ada longsor itu Riky, warga bawah, lalu warga langsung ramai datang,” ujarnya.

Tembok sepanjang 30 meter dengan tinggi 1,5 meter itu diduga roboh karena tidak kuat menahan gerusan air hujan. Kerugian bahkan ditaksir mencapai Rp 475 juta. Karena ada dua rumah yang terdampak di samping longsoran, di pinggir Sungai Metro tersebut. ”Ini ada rumah warga yang terdampak, dindingnya jebol,” tukasnya.

Sementara itu, plengsengan Balai RW 10, Jalan Mendut Utara II, Kelurahan Mojolangu, juga ambrol. Di lokasi tersebut, dua gudang dan dua kamar mandi ikut ambrol ke sungai. Kejadiannya hampir bersamaan, sekitar pukul 03.00 dini hari.

Personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Malang Sugeng menyatakan, balai RW tersebut kini menyisakan ruang bolong. ”Kemarin isinya itu peralatan posyandu, sound system sama mebeler. Sekarang tak tersisa,” ucapnya. Kerugian dari longsoran tersebut ditaksir mencapai Rp 325 juta.

Sementara di gang 1 Klayatan, longsor juga kembali terjadi. Plengsengan di kawasan Jembatan Klayatan itu sudah pernah ambrol akhir Januari lalu. ”Meski tak ada korban, tapi kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta,” kata petugas Pusdalpos BPBD Kota Malang Yusufi.

Sementara di Jalan Rawisari, Kelurahan Mulyorejo, longsor juga terjadi. Yusufi menyatakan, longsor terjadi di pekarangan rumah Buang, 40. Untungnya, Buang dan keluarganya cepat mengamankan diri sehingga bisa menyelamatkan diri. ”Ya, sekarang kami pasang pita (waspada, Red) rumahnya,” tandasnya.

Yusufi menjelaskan, seluruh anggota BPBD Kota Malang kemarin menyebar ke seluruh kawasan terdampak longsor tersebut. Saat ini, semua titik itu dalam tahap revitalisasi.

Petugas bersama warga bahu-membahu melakukan perbaikan dasar. ”Kami dari BPBD Kota Malang mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dan meningkatkan kewaspadaan potensi bencana karena hujan deras, angin kencang. Saat ini puncak musim hujan, imbauan lebih dikhususkan untuk warga di kawasan tepi sungai atau tebing,” pungkasnya.  

Pewarta               : Fajrus Shidiq
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Ahmad Yani
Fotografer          : Darmono