MALANG KOTA – Mulai tahun ini, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) membuat program pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) ”kilat”. Lewat program itu, proses penerbitan IMB hanya membutuhkan waktu 15 menit. Namun, program itu ternyata belum begitu dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Malang.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi DPM-PTSP Kota Malang Alwiyah kemarin (15/9). ”Nggak banyak yang mau. Dalam seminggu, paling hanya ada dua pengajuan (yang masuk),” kata dia.

Alwiyah menduga, kesadaran masyarakat untuk mengurus IMB masih rendah. ”Bahkan, saya pernah tahu ada yang nggak mau bayar,” jelas dia. Selain itu, ada sebagian masyarakat yang memanfaatkan jasa perantara atau calo untuk mengurus IMB ke kantor DPM-PTSP di kompleks block office Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Bahkan, meski harus mengeluarkan biaya yang lebih besar, mereka tetap memilih mengurus IMB lewat calo. ”Sebenarnya, pakai calo atau tidak, SOP (standar operasional prosedur) sama saja,” kata dia.

Dia menduga, mereka yang memanfaatkan jasa perantara itu punya kesibukan tinggi. Karena itu, mereka tidak sempat untuk mengurus IMB sendiri. Padahal, kalau mengurus sendiri ke DPM-PTSP, waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 15 menit.

Selain percepatan perizinan, pihaknya mempermudah masyarakat, termasuk investor. Salah satunya adalah adanya layanan desain gambar bangunan. ”Di kantor, ada lima orang yang stand by untuk melayani permintaan desain gambar. Tapi, nggak banyak yang memanfaatkannya,” ujar dia.

Alwiyah menyatakan, layanan jasa pembuatan gambar bangunan itu juga disertakan dalam mobil keliling milik DPM-PTSP. Mobil keliling itu menjadi salah satu upaya jemput bola yang dilakukan DPM-PTSP.

Mobil keliling tersebut mendatangi titik-titik di lima kecamatan di Kota Malang. Lewat mobil kelilling itu, DPM-PTSP berharap, ada lebih banyak masyarakat yang mau mengurus IMB. Itu sekaligus untuk mengurangi peran calo dalam pengurusan IMB.

Pewarta : Fisca Tanjung
Penyunting : Indra Mufarendra
Foto: Radar Malang