MALANG KOTA – Milomir Seslija memang baru dua hari memimpin latihan Arema FC. Tapi, kehadiran Milo sudah memberikan warna baru bagi skuad Arema FC.

Asisten pelatih Arema FC Kuncoro menyebut bahwa Milo menjadi pelatih yang punya karakter kuat. ”Dia disiplin. Keras, tapi tidak kaku. Dia bisa memotivasi pemain,” ujar pria asal Gondanglegi, Kabupaten Malang, ini.

Kuncoro menyatakan, kedisiplinan saat latihan itu penting. ”Saat pertandingan nantinya pasti juga kebawa,” ujar pelatih yang mengantongi lisensi kepelatihan B AFC ini.

Soal program latihan, Kuncoro menyebut Milo sebagai pelatih yang bisa melihat apa yang dibutuhkan oleh tim dan pemain. ”Dia punya program latihan yang bagus, intensitas latihan dinaikkan step-by-step,” jelasnya.

Jadi di awal, pemain tidak langsung ”disiksa” dengan menu latihan yang berat. ”Kalau langsung latihan berat bisa cedera. Malah bahaya,” ungkap dia.

Kuncoro pun tak ragu memuji kualitas yang dimiliki Milo. ”Coach Milo itu pelatih cerdas. Saya sendiri belajar dengan dia,” katanya.

Kuncoro sendiri yakin, di tangan Milo, Arema akan menjadi tim yang lebih baik. Dia menyebut, kegagalan Milo di Madura United lalu bukan menjadi masalah.

”Tentu beda, coach Milo datang di Madura United di pertengahan kompetisi. Beda dengan di sini yang datang sejak awal,” ungkap Kuncoro.

Jika sejak awal, jelas dia, pelatih akan lebih leluasa memilih pemain serta merancang program. Di sisi lain, Arema FC sejatinya bukan klub baru bagi Milo.

Pada 2016 lalu, Milo pernah menjadi pelatih kepala Arema FC. Kala itu, dia juga datang ketika Arema FC menjalani pramusim.

Hasilnya, Arema FC mampu menyabet gelar juara Bali Island Cup dan Bhayangkara Cup, serta menjadi runner-up Indonesia Soccer Championship (ISC) A.

Tercatat, ada enam pemain dari skuad Arema FC di ISC A yang masih bertahan di skuad musim ini. Mereka adalah Utam Rusdiana, Hamka Hamzah, Johan Alfarizie, Dendi Santoso, Hendro Siswanto, dan Sunarto.

Itulah yang membuat Milo mungkin tak akan kesulitan beradaptasi dengan tim Arema FC musim ini.

Pewarta              : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         :  Indra Mufarendra
Fotografer          :  Darmono