JawaPos.com – Kekesalan dan kesedihan keluarga Inah Antimurti, 22, korban pembunuhan sadis di Ogan Ilir tak mampu terbendung. Keluarga korban sempat memukul salah satu pelaku saat dihadirkan dalam jumpa pers.

Seketika, keluarga korban pun langsung memukul salah satu tersangka yakni Abdul Malik. Akhirnya polisi melerai aksi tersebut dan langsung melarikan keempat tersangka

“Mati saja kamu, mereka ini sadis pak,” teriaknya usai memukul tersangka. “Hukum mati saja pak mereka ini,” jerit keluarga sambil menangis dihadapan Kapolda Sumsel.

Kondisi akhirnya kembali terkendali usai keempat pelaku dilarikan oleh petugas Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Paman Korban, Burhan, 53, mengatakan sebelum kejadian, keponakannya tersebut sempat pamit. Kepergiannya untuk mengurus kepindahannya dari Desa Segayam ke Desa Pedataran.

“Dia inikan cerai jadi dia mau pindah ke rumah orang tuanya lagi di Desa Pedataran,” katanya saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Rabu (23/1).

Kepergian korban ini sejak siang hari. Namun, hingga malam hari keponakannya tersebut tidak juga pulang. Keluarga pun berusaha menghubungi nomor teleponnya. Namun, tidak aktif.

Keluarga pun berinisiatif untuk menghubungi mertuanya. Namun, mertuanya pun mengaku keponakannya tidak kerumahnya.

Kecemasan tersebut kembali bertambah dengan adanya informasi bahwa ada jasad seorang perempuan yang hangus terbakar.

Ia bersama keluarga pun akhirnya memutuskan untuk datang ke Polres Ogan Ilir untuk melaporkan kehilangan korban. “Kami kemudian diajak ke rumah sakit untuk melihat jenazah,” ujarnya.

Sesampainya di rumah sakit, ia pun melihat beberapa barang milik korban seperti bekas antingan dan beberapa aksesoris lainnya. Sejak saat itu, keluarga pun yakin jika jasad tersebut yakni keponakannya Inah Antimurti.

Ia berharap para pelaku diberikan hukuman setimpal yakni hukuman mati karena sudah sangat kejam. Dirinya meminta pelaku yang buron segera ditangkap bahkan ditembak mati saja.

“Rencananya korban akan dimakamkan di Desa asalnya di Dusun II Desa Pedataran, Gelumbang, Muaraenim,” tutupnya.

Editor           : Yusuf Asyari

Reporter      : Alwi Alim