alexametrics
26.7 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Benarkah Masker N95 Paling Ampuh Cegah Covid-19?

RADAR MALANG – Masker telah menjadi aksesoris trendi yang dapat menyelamatkan diri sendiri sekaligus orang lain. Namun bagaimana mengetahui efektivitas masker berdasarkan lingkungan yang ditempati?

Jonathan Szalajda, wakil direktur di National Personal Protective Technology Laboratory yang menjadi bagian dari Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pusat Pengendalian dan Penyakit AS mengatakan ada beberapa standar. Standar ini termasuk efisiensi filter masker, ukuran dan kesesuaian, pembersihan, dan periode penggunaan masker.

Dilansir dari CNN Senin (1/1), masker tipe N95 adalah salah satu yang dikatakan para ahli adalah masker terbaik yang dapat mengurangi penyebaran virus. Terbuat dari serat yang ditenun dengan muatan listrik yang dapat menjebak partikel yang mencurigakan.

Dr. Abraar Karan, dokter penyakit dalam di Rumah Sakit Wanita dan Brigham dan Sekolah Kedokteran Harvard, mengatakan, jika setiap orang di Amerika mengenakan masker tipe N95 dalam empat pekan, hal itu telah dapat menghentikan pandemi. Penelitian telah menunjukkan, ketika dipasang ke wajah pemakainya dan dikenakan dengan benar, masker tipe N95 dapat menjebak 95 persen partikel sekitar 0,3 mikron.

Masker jenis N95 memiliki daya tahan pernapasan yang jauh lebih tinggi daripada masker bedah atau kain yang sederhana. Banyak orang-orang dengan janggut lebat mengenakan N95, atau mereka mengenakannya dalam posisi terbalik, atau mereka hanya menutupi mulut dan bukan hidung serta mulut karena lebih mudah bernafas saat tidak menutupi hidung. Maka masker harus dipakai dengan benar, meski filtrasi tinggi seperti itu bisa membuat lebih sulit bernafas.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, beberapa respirator lain juga memenuhi atau melampaui tingkat kemanjuran 95 persen masker N95. Yaitu masker N99, N100, R95, R99, R100, P95, P99 dan P100. Beberapa masker ini telah menerima otorisasi penggunaan darurat dan dapat digunakan dalam pengaturan non-bedah selama kekurangan masker N95.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

RADAR MALANG – Masker telah menjadi aksesoris trendi yang dapat menyelamatkan diri sendiri sekaligus orang lain. Namun bagaimana mengetahui efektivitas masker berdasarkan lingkungan yang ditempati?

Jonathan Szalajda, wakil direktur di National Personal Protective Technology Laboratory yang menjadi bagian dari Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pusat Pengendalian dan Penyakit AS mengatakan ada beberapa standar. Standar ini termasuk efisiensi filter masker, ukuran dan kesesuaian, pembersihan, dan periode penggunaan masker.

Dilansir dari CNN Senin (1/1), masker tipe N95 adalah salah satu yang dikatakan para ahli adalah masker terbaik yang dapat mengurangi penyebaran virus. Terbuat dari serat yang ditenun dengan muatan listrik yang dapat menjebak partikel yang mencurigakan.

Dr. Abraar Karan, dokter penyakit dalam di Rumah Sakit Wanita dan Brigham dan Sekolah Kedokteran Harvard, mengatakan, jika setiap orang di Amerika mengenakan masker tipe N95 dalam empat pekan, hal itu telah dapat menghentikan pandemi. Penelitian telah menunjukkan, ketika dipasang ke wajah pemakainya dan dikenakan dengan benar, masker tipe N95 dapat menjebak 95 persen partikel sekitar 0,3 mikron.

Masker jenis N95 memiliki daya tahan pernapasan yang jauh lebih tinggi daripada masker bedah atau kain yang sederhana. Banyak orang-orang dengan janggut lebat mengenakan N95, atau mereka mengenakannya dalam posisi terbalik, atau mereka hanya menutupi mulut dan bukan hidung serta mulut karena lebih mudah bernafas saat tidak menutupi hidung. Maka masker harus dipakai dengan benar, meski filtrasi tinggi seperti itu bisa membuat lebih sulit bernafas.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, beberapa respirator lain juga memenuhi atau melampaui tingkat kemanjuran 95 persen masker N95. Yaitu masker N99, N100, R95, R99, R100, P95, P99 dan P100. Beberapa masker ini telah menerima otorisasi penggunaan darurat dan dapat digunakan dalam pengaturan non-bedah selama kekurangan masker N95.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/