alexametrics
22 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Antisipasi Klaster Baru, MUI Kota Malang Sarankan Salat Ied di Rumah

MALANG KOTA – Bulan suci Ramadan sudah memasuki sepertiga akhir. Masyarakat mulai bertanya-tanya tentang pelaksanaan salat Ied. Seperti diketahui, akibat situasi pandemi yang belum mereda, pelaksanaan salat Ied tahun lalu masih dibatasi. Lantas bagaimana dengan tahun ini?

Menjawab pertanyaan tersebut, Ketua MUI Kota Malang KH Baidowi Muslich menyampaikan bahwa ibadah Salat Idul Fitri 1442 H diperbolehkan. ”Boleh dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Seperti pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan lain-lain,” terang dia.

Dia pun juga mewanti-wanti agar setiap masjid memperhatikan kapasitas masjidnya. ”Kalau terlalu penuh ya dikurangi,” imbuhnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading itu mengatakan, dari hasil koordinasi terakhir dengan Walikota Malang Sutiaji disebutkan bahwa terjadi kenaikan kasus Covid-1 daerah pinggiran di Kota Malang 9. ”Tapi pak Wali belum menyebut (wilayah) mana saja,” ucapnya. Guna mencegah risiko penularan yang semakin parah di wilayah zona merah, pihaknya menyarankan agar pelaksanaan salat Idul Fitri dilaksanakan rumah saja.

”Kalau memang zona merah lebih baik sholat dirumah bersama keluarga, daripada ada kejadian yang tidak diinginkan,” tambah Baidowi.

Sementara itu, demi menjaga ketertiban protokol kesehatan saat pelaksanaan sholat idul fitri, Kepala Kemenag Kota Malang Dr Muhtar Hazawawi mengatakan bahwa pihaknya akan menerjukan pengawas yang diambil dari penyuluh agama disetiap kecamatan dan kelurahan. ”Ada 40-an penyuluh untuk setiap kelurahan,” tukas Muhtar.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Bulan suci Ramadan sudah memasuki sepertiga akhir. Masyarakat mulai bertanya-tanya tentang pelaksanaan salat Ied. Seperti diketahui, akibat situasi pandemi yang belum mereda, pelaksanaan salat Ied tahun lalu masih dibatasi. Lantas bagaimana dengan tahun ini?

Menjawab pertanyaan tersebut, Ketua MUI Kota Malang KH Baidowi Muslich menyampaikan bahwa ibadah Salat Idul Fitri 1442 H diperbolehkan. ”Boleh dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Seperti pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan lain-lain,” terang dia.

Dia pun juga mewanti-wanti agar setiap masjid memperhatikan kapasitas masjidnya. ”Kalau terlalu penuh ya dikurangi,” imbuhnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading itu mengatakan, dari hasil koordinasi terakhir dengan Walikota Malang Sutiaji disebutkan bahwa terjadi kenaikan kasus Covid-1 daerah pinggiran di Kota Malang 9. ”Tapi pak Wali belum menyebut (wilayah) mana saja,” ucapnya. Guna mencegah risiko penularan yang semakin parah di wilayah zona merah, pihaknya menyarankan agar pelaksanaan salat Idul Fitri dilaksanakan rumah saja.

”Kalau memang zona merah lebih baik sholat dirumah bersama keluarga, daripada ada kejadian yang tidak diinginkan,” tambah Baidowi.

Sementara itu, demi menjaga ketertiban protokol kesehatan saat pelaksanaan sholat idul fitri, Kepala Kemenag Kota Malang Dr Muhtar Hazawawi mengatakan bahwa pihaknya akan menerjukan pengawas yang diambil dari penyuluh agama disetiap kecamatan dan kelurahan. ”Ada 40-an penyuluh untuk setiap kelurahan,” tukas Muhtar.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/