alexametrics
25.6 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Dokter 35 Tahun Penanggung Jawab Covid-19 Gantung Diri Di Delhi

RADAR MALANG – Seorang dokter berusia 35 tahun ditemukan tewas di rumahnya di Malviya Nagar, Delhi Selatan pada Jumat (30/4).
Polisi mengatakan bahwa mereka menerima telepon pada Jumat malam dari seorang wanita yang menyatakan bahwa suami temannya tidak membuka pintu kediamannya.
Setelah mencapai alamat tersebut, polisi menemukan tubuh dokter tergantung di kipas angin dengan kain sari.
Almarhum diidentifikasi sebagai dr Vivek Rai yang bekerja di Max Hospital di Saket. Dia tinggal bersama orang tua dan istrinya, yang sedang hamil dua bulan.
Rai merawat pasien positif Covid-19 di Unit Perawatan Intensif rumah sakit. Sebagai mahasiswa Diplomasi Dewan Nasional (DNB) di bidang kedokteran keluarga, dia bekerja sebagai cardiac life support kepada pasien.
Dilansir dari The Quint pada Minggu (2/5), polisi menemukan catatan bunuh diri dari almarhum. Isinya, Vivek berharap keluarga dan teman-temannya baik-baik saja. Disebutkan juga bahwa korban tidak menyalahkan siapa pun atas langkah yang diambil tersebut.
Istri Rai memberi tahu polisi bahwa dia sangat disibukkan dengan pekerjaan di rumah sakit. Ini karena unit rumah sakit Max adalah fasilitas khusus pasien positif Covid-19. Dia mengatakan bahwa suaminya tidak menunjukkan gejala depresi atau khawatir selama beberapa hari terakhir.
Penyelidik pun mengatakan bahwa mereka belum mengetahui apakah ada riwayat medis depresi.
Saat ini tubuhnya dipindahkan ke kamar mayat AIIMS untuk diotopsi dan kemudian diserahkan kepada keluarganya.
Max Hospital merilis pernyataan pada hari Sabtu yang mengatakan bahwa mereka berkecil hati dan sedih dengan kematian Rai yang terlalu dini. Mereka juga menyampaikan belasungkawa mereka kepada keluarga.
Penulis: Talitha Azmi F.
RADAR MALANG – Seorang dokter berusia 35 tahun ditemukan tewas di rumahnya di Malviya Nagar, Delhi Selatan pada Jumat (30/4).
Polisi mengatakan bahwa mereka menerima telepon pada Jumat malam dari seorang wanita yang menyatakan bahwa suami temannya tidak membuka pintu kediamannya.
Setelah mencapai alamat tersebut, polisi menemukan tubuh dokter tergantung di kipas angin dengan kain sari.
Almarhum diidentifikasi sebagai dr Vivek Rai yang bekerja di Max Hospital di Saket. Dia tinggal bersama orang tua dan istrinya, yang sedang hamil dua bulan.
Rai merawat pasien positif Covid-19 di Unit Perawatan Intensif rumah sakit. Sebagai mahasiswa Diplomasi Dewan Nasional (DNB) di bidang kedokteran keluarga, dia bekerja sebagai cardiac life support kepada pasien.
Dilansir dari The Quint pada Minggu (2/5), polisi menemukan catatan bunuh diri dari almarhum. Isinya, Vivek berharap keluarga dan teman-temannya baik-baik saja. Disebutkan juga bahwa korban tidak menyalahkan siapa pun atas langkah yang diambil tersebut.
Istri Rai memberi tahu polisi bahwa dia sangat disibukkan dengan pekerjaan di rumah sakit. Ini karena unit rumah sakit Max adalah fasilitas khusus pasien positif Covid-19. Dia mengatakan bahwa suaminya tidak menunjukkan gejala depresi atau khawatir selama beberapa hari terakhir.
Penyelidik pun mengatakan bahwa mereka belum mengetahui apakah ada riwayat medis depresi.
Saat ini tubuhnya dipindahkan ke kamar mayat AIIMS untuk diotopsi dan kemudian diserahkan kepada keluarganya.
Max Hospital merilis pernyataan pada hari Sabtu yang mengatakan bahwa mereka berkecil hati dan sedih dengan kematian Rai yang terlalu dini. Mereka juga menyampaikan belasungkawa mereka kepada keluarga.
Penulis: Talitha Azmi F.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/