alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Siap Alih Fungsi Jadi Safe House, Rusunawa UB Muat Tampung 200 Pasien

MALANG KOTA – Kasus penularan Covid-19 yang belum juga menurun mendorong berbagai pihak untuk mempersiapkan langkah antisipasi. Tidak terkecuali bagi Universitas Brawijaya. Seperti diberitakan sebelumnya, pihak kampus sempat mewacanakan agar Rusunawa Universitas Brawijaya (UB) di kawasan Dieng untuk dijadikan safe house bagi pasien Covid-19.

Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS mengatakan, pihaknya sudah siap apabila sewaktu-waktu gedung yang terletak di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang itu digunakan. Pihaknya menegaskan bahwa tinggal menanti kepastian dari Pemkot Malang.

“Kami sudah lama siap, tergantung Pemkot (Malang) mau mulai kapan,” terang dia. Ditanya soal penandatanganan memorandum of understanding (MoU), pihaknya mengungkap bahwa hal tersebut dapat dilakukan sembari proses berjalan. “MoU-nya belakangan, berangkat saja dulu karena ini menyangkut nyawa orang,” ujar dia.

Seperti yang diketahui bahwa Rusunawa UB dicanangkan untuk menjadi safe house bagi pasien Covid-19 bersamaan dengan gedung BPSDM Pemprov Jatim di Jalan Kawi. Dari segi kapasitas, total terdapat 50 kamar yang masing-masing terdiri dari empat kasur di setiap ruangan. Dengan demikian, total kapasitas pasien yang dapat tertampung mencapai 200 orang.

Safe house ini khususnya disiapkan bagi para pasien yang tergolong orang tanpa gejala (OTG). Sebelumnya, pencanangan safehouse Rusunawa UB ini juga di wacanakan oleh Pemkot Malang guna mengantisipasi lonjakan bed occupation rate (BOR) rumah sakit.

 

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Kasus penularan Covid-19 yang belum juga menurun mendorong berbagai pihak untuk mempersiapkan langkah antisipasi. Tidak terkecuali bagi Universitas Brawijaya. Seperti diberitakan sebelumnya, pihak kampus sempat mewacanakan agar Rusunawa Universitas Brawijaya (UB) di kawasan Dieng untuk dijadikan safe house bagi pasien Covid-19.

Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS mengatakan, pihaknya sudah siap apabila sewaktu-waktu gedung yang terletak di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang itu digunakan. Pihaknya menegaskan bahwa tinggal menanti kepastian dari Pemkot Malang.

“Kami sudah lama siap, tergantung Pemkot (Malang) mau mulai kapan,” terang dia. Ditanya soal penandatanganan memorandum of understanding (MoU), pihaknya mengungkap bahwa hal tersebut dapat dilakukan sembari proses berjalan. “MoU-nya belakangan, berangkat saja dulu karena ini menyangkut nyawa orang,” ujar dia.

Seperti yang diketahui bahwa Rusunawa UB dicanangkan untuk menjadi safe house bagi pasien Covid-19 bersamaan dengan gedung BPSDM Pemprov Jatim di Jalan Kawi. Dari segi kapasitas, total terdapat 50 kamar yang masing-masing terdiri dari empat kasur di setiap ruangan. Dengan demikian, total kapasitas pasien yang dapat tertampung mencapai 200 orang.

Safe house ini khususnya disiapkan bagi para pasien yang tergolong orang tanpa gejala (OTG). Sebelumnya, pencanangan safehouse Rusunawa UB ini juga di wacanakan oleh Pemkot Malang guna mengantisipasi lonjakan bed occupation rate (BOR) rumah sakit.

 

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/