alexametrics
22.8 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Mental Disorders, Dibalik Ancaman Bagi Penyintas Covid-19

RADAR MALANG – Selain penurunan kualitas fisik, mental disorders atau gangguan kesehatan mental juga menjadi ancaman bagi para penyintas Covid-19. Kepala Laboratorium Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Fuji Astutik M Psi tidak menampik bahwa secara tidak langsung Covid-19 memang berpengaruh terhadap kondisi mental masyarakat secara umum maupun penyintas secara khusus.

”Karena akibat pandemi Covid-19 ini kan hampir semua aspek terdampak, mulai dari ekonomi, sosial, dan pendidikan. Sehingga akhirnya mempengaruhi juga pola pikir seseorang,” terang Fuji saat dikonfirmasi kemarin (8/4).

Wanita berhijab itu menjelaskan, potensi depresi maupun mental illness bisa muncul karena disebabkan oleh banyak aspek. ”Bisa karena kehilangan orang yang disayangi, karena kehilangan pekerjaan, atau juga mungkin perpisahan yang disebabkan karena faktor perekonomian,” jelasnya.

Fuji mencontohkan, tidak sedikit di antara keluarga yang sebelumnya mereka hidup berkecukupan tapi dalam kondisi seperti sekarang mereka harus mengalami permasalahan finansial. Imbasnya, keluarga tersebut menjadi tidak lagi harmonis atau bahkan harus menghadapi perpisahan. ”Covid-19 tidak secara langsung memberi dampak, tapi dari akumulasi permasalahan itulah yang bisa menjadi pemicu orang menjadi depresi atau mengalami gangguan kesehatan mental lainnya,” imbuh Fuji.

Selain itu, kondisi yang serba tidak pasti juga disebut Fuji sebagai salah satu aspek yang berpotensi menimbulkan distorsi dalam pola pikir. Dia menyebut, ada kondisi yang membuat orang-orang menjadi serba takut untuk melakukan sesuatu sehingga pola pikirnya terdistorsi dan menjadi kaku. ”Kalau (perilaku) ini terus dilakukan maka dia akan menjadi kurang sehat secara mental. Baik itu dalam bentuk anxiety, depresi, atau bahkan OCD (obsessive compulsive disorder) karena mereka ketakutan sekali akan terserang penyakit,” sambung Fuji.

Namun bagaimanapun, kondisi tersebut tidak bisa di pukul rata terhadap semua orang. ”Imbas mental illness itu berbeda karena setiap orang punya karakter dan kepribadian yang berbeda. Itu juga akan mempengaruhi gejala apa yang muncul di antara penyintas Covid-19,” bebernya.

Pewarta: Farik Fajarwati

RADAR MALANG – Selain penurunan kualitas fisik, mental disorders atau gangguan kesehatan mental juga menjadi ancaman bagi para penyintas Covid-19. Kepala Laboratorium Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Fuji Astutik M Psi tidak menampik bahwa secara tidak langsung Covid-19 memang berpengaruh terhadap kondisi mental masyarakat secara umum maupun penyintas secara khusus.

”Karena akibat pandemi Covid-19 ini kan hampir semua aspek terdampak, mulai dari ekonomi, sosial, dan pendidikan. Sehingga akhirnya mempengaruhi juga pola pikir seseorang,” terang Fuji saat dikonfirmasi kemarin (8/4).

Wanita berhijab itu menjelaskan, potensi depresi maupun mental illness bisa muncul karena disebabkan oleh banyak aspek. ”Bisa karena kehilangan orang yang disayangi, karena kehilangan pekerjaan, atau juga mungkin perpisahan yang disebabkan karena faktor perekonomian,” jelasnya.

Fuji mencontohkan, tidak sedikit di antara keluarga yang sebelumnya mereka hidup berkecukupan tapi dalam kondisi seperti sekarang mereka harus mengalami permasalahan finansial. Imbasnya, keluarga tersebut menjadi tidak lagi harmonis atau bahkan harus menghadapi perpisahan. ”Covid-19 tidak secara langsung memberi dampak, tapi dari akumulasi permasalahan itulah yang bisa menjadi pemicu orang menjadi depresi atau mengalami gangguan kesehatan mental lainnya,” imbuh Fuji.

Selain itu, kondisi yang serba tidak pasti juga disebut Fuji sebagai salah satu aspek yang berpotensi menimbulkan distorsi dalam pola pikir. Dia menyebut, ada kondisi yang membuat orang-orang menjadi serba takut untuk melakukan sesuatu sehingga pola pikirnya terdistorsi dan menjadi kaku. ”Kalau (perilaku) ini terus dilakukan maka dia akan menjadi kurang sehat secara mental. Baik itu dalam bentuk anxiety, depresi, atau bahkan OCD (obsessive compulsive disorder) karena mereka ketakutan sekali akan terserang penyakit,” sambung Fuji.

Namun bagaimanapun, kondisi tersebut tidak bisa di pukul rata terhadap semua orang. ”Imbas mental illness itu berbeda karena setiap orang punya karakter dan kepribadian yang berbeda. Itu juga akan mempengaruhi gejala apa yang muncul di antara penyintas Covid-19,” bebernya.

Pewarta: Farik Fajarwati

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/