alexametrics
27C
Malang
Thursday, 28 January 2021

Lima Langkah Ini Ampuh Atasi Depresi Selama Pandemi

RADAR MALANG – Karantina, isolasi mandiri, pembatasan sosial dan berbagai masalah muncul selama pandemi Covid-19. Hal itu mempengaruhi suasana hati banyak orang. Tak hanya di Indonesia, situasi sulit ini juga dirasakan oleh masyarakat di banyak negara.

Di Amerika Serikat, hampir setengah dari responden survei yang dilakukan Kaiser Family Foundation mengaku pandemi sangat menganggu kesehatan mental mereka. Jika tak ditangani dengan baik, hal itu dapat berujung pada depresi.

Di tengah pandemi, siapa saja sangat rentan merasakan keadaan putus asa. Hal itu dapat menganggu kemampuan seseorang untuk berpikir jernih, sekaligus menguras energi. Sehingga membuat hari-hari sulit dijalani.

Namun bukan berarti lantas tidak boleh merasa sedih. Perasaan itu sangat wajar muncul saat berduka atau frustasi karena kehilangan seserang yang dicintai atau karena kehilangan pekerjaan. Namun terus terusan larut dalam duka dan putus asa tentu sangat tidak baik.

Melinda Smith, seorang penggiat kesehatan mental menyatakan, ada lima hal yang bisa dilakukan di saat menghadapi situasi sulit saat pandemi. Pertama dengan mengubah fokus. Tidak ada orang lain yang memiliki kendali tertinggi atas suasana hati kecuali diri sendiri. Yang harus dilakukan adalah mencari dan menggali motivasi baru. Depresi hanya akan membuat segalanya menjadi semakin buruk. ”Maka ambil langkah pertama dan segeralah bangkit,” sarannya.

Yang kedua adalah berusaha menemukan sumber kebahagiaan baru. Mempelajari bahasa baru, bermain alat musik, memasak, menulis, atau bercocok tanam bisa menjadi pilihan. “Meski tidak bisa memaksa diri untuk merasa senang, setidaknya seseorang bisa memaksa diri untuk melakukan kegiatan yang bisa meningkatkan mood,” tulis Melinda seperti yang disadur dari HelpGuide Selasa (12/1).

Trik ketiga adalah membatasi konsumsi berita, terutama yang berbau sensasional. Karena hal itu akan memicu efek negatif dan ketakutan. Membatasi membaca berita dan media sosial juga sebagai bentuk dan upaya melindungi diri sendiri.

Ke empat, makan makanan yang dapat meningkatkan mood. Sebaiknya fokus pada makanan yang tidak berdampak buruk pada kesehatan. Perbanyak juga asupan makanan yang bernutrisi dan hindari sesuatu yang terlalu banyak mengandung kafein.

Terakhir dengan tidur nyenyak. Karena depresi mempengaruhi kualitas tidur, maka dengan beristirahat dan tidur yang cukup dapat menyeimbangkan emosi seseorang. Sehingga ketika bangun di pagi harinya, akan ada energi dan fokus yang cukup untuk berkegiatan kembali.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca