alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Rusia Temukan Kasus Flu Burung H5N8, Tulari Pekerja Pabrik Unggas

RADAR MALANG – Rusia telah melaporkan kasus pertama dari jenis flu burung, H5N8, yang ditularkan dari unggas ke manusia. Para pejabat mengatakan tujuh pekerja di sebuah pabrik unggas di selatan negara itu telah terinfeksi menyusul wabah Covid-19 di sana pada Desember tahun lalu.

“Ketujuh orang itu sekarang sudah sehat, tetapi masih berada dalam pengawasan tenaga kesehatan.” kata kepala pengawas kesehatan konsumen Rusia, Anna Popova.

Melansir dari bbc.com Minggu (21/2), Anna Popova mengatakan tindakan yang cepat dan memadai diambil oleh pemerintah untuk menghentikan penyebaran infeksi virus H5N8. Jenis flu burung lain kadang-kadang dapat menginfeksi manusia dan menyebabkan kematian. “Tidak ada tanda-tanda penularan antar manusia. ” tambahnya.

Pemerintah Rusia juga sudah melaporkan kasus ini ke organisasi kesehatan dunia (WHO). Dia juga berkata bahwa peneliti di sana sudah menemukan penemuan ilmiah penting di Laboratorium Vektor Rusia, yaitu telah mengisolasi materi genetik turunan dari para pekerja yang terinfeksi.

“Penemuan mutasi ini bermaksud untuk mempelajari virus yang belum memiliki kemampuan untuk menularkan dari manusia ke manusia. Tetapi kita semua harus bersiap jika virus itu dapat dengan cepat berkembang dan menularkan ke semua orang,” kata Popova.

Penulis: Fara Trisna Rahmadani

RADAR MALANG – Rusia telah melaporkan kasus pertama dari jenis flu burung, H5N8, yang ditularkan dari unggas ke manusia. Para pejabat mengatakan tujuh pekerja di sebuah pabrik unggas di selatan negara itu telah terinfeksi menyusul wabah Covid-19 di sana pada Desember tahun lalu.

“Ketujuh orang itu sekarang sudah sehat, tetapi masih berada dalam pengawasan tenaga kesehatan.” kata kepala pengawas kesehatan konsumen Rusia, Anna Popova.

Melansir dari bbc.com Minggu (21/2), Anna Popova mengatakan tindakan yang cepat dan memadai diambil oleh pemerintah untuk menghentikan penyebaran infeksi virus H5N8. Jenis flu burung lain kadang-kadang dapat menginfeksi manusia dan menyebabkan kematian. “Tidak ada tanda-tanda penularan antar manusia. ” tambahnya.

Pemerintah Rusia juga sudah melaporkan kasus ini ke organisasi kesehatan dunia (WHO). Dia juga berkata bahwa peneliti di sana sudah menemukan penemuan ilmiah penting di Laboratorium Vektor Rusia, yaitu telah mengisolasi materi genetik turunan dari para pekerja yang terinfeksi.

“Penemuan mutasi ini bermaksud untuk mempelajari virus yang belum memiliki kemampuan untuk menularkan dari manusia ke manusia. Tetapi kita semua harus bersiap jika virus itu dapat dengan cepat berkembang dan menularkan ke semua orang,” kata Popova.

Penulis: Fara Trisna Rahmadani

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/