alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Viral! Pria Pecahkan Kaca Mobil Karena Larangan Mudik 2021

RADAR MALANG – Larangan mudik yang baru diresmikan pemerintah menyisakan kekecewaan masyarakat. Salah satunya diekspresikan seorang pria lewat video berdurasi 18 detik dalam akun instagram @ndorobeii. Ia mengungkap protesnya lewat cara memecahkan kaca mobil memakai palu.

Dalam video hasil rekaman diri sendiri, pria yang tidak diketahui identitasnya itu berbicara menggunakan bahasa Jawa, menyinggung keputusan pemerintah akan larangan mudik tahun ini.
“Timbang ora oleh jemput mudik, remuk ae (daripada enggak bisa jemput mudik, remuk aja),” ucapnya dalam video.

Baca Juga:
7 Poin Persyaratan Perjalanan Dalam Periode Pelarangan Mudik
Viral! Anak Kunci Ayah di Kamar, Cegah Berangkat Ke KRI Nanggala

Jika dilihat dari video tersebut, diduga mobil tersebut adalah salah satu armada travel yang harus terparkir lantaran kebijakan pemerintah yang melarang mudik di tahun ini. Ia meremukkan kaca belakang mobil bernopol B itu menggunakan tongkat besi mirip palu sebanyak tiga kali.

“Wes to. Wes (udah kan? Udah),” ujarnya setelah memukulkan besi untuk terakhir kali.

Melihat kejadian ini, banyak netizen memenuhi kolom komentar dengan mengkritik dan menyayangkan aksi pria brewok berkaus putih itu karena malah merugikan diri sendiri.

“Tindakan yg tidak berfaedah,” tulis salah satu akun.

“Hah? Merugikan diri sendiri sih ini namanya,” tambah akun lain.

“Malah buang2 duit,” tulis lainnya.

“Jemput mudik ngasilin uang,, lah itu malah buang uang,” ujar yang lainnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) mengeluarkan Addendum Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo menegaskan maksud dari addendum (tambahan klausul) Surat Edaran ini adalah mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021).

“Tujuan Addendum Surat Edaran yang diteken pada 21 April ini adalah untuk mengantisipasi peningkatan arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan kasus antardaerah pada masa sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik diberlakukan,” kata Doni, dalam siaran pers, Kamis (22/4).

Penulis: Ambarul Fatima S.

RADAR MALANG – Larangan mudik yang baru diresmikan pemerintah menyisakan kekecewaan masyarakat. Salah satunya diekspresikan seorang pria lewat video berdurasi 18 detik dalam akun instagram @ndorobeii. Ia mengungkap protesnya lewat cara memecahkan kaca mobil memakai palu.

Dalam video hasil rekaman diri sendiri, pria yang tidak diketahui identitasnya itu berbicara menggunakan bahasa Jawa, menyinggung keputusan pemerintah akan larangan mudik tahun ini.
“Timbang ora oleh jemput mudik, remuk ae (daripada enggak bisa jemput mudik, remuk aja),” ucapnya dalam video.

Baca Juga:
7 Poin Persyaratan Perjalanan Dalam Periode Pelarangan Mudik
Viral! Anak Kunci Ayah di Kamar, Cegah Berangkat Ke KRI Nanggala

Jika dilihat dari video tersebut, diduga mobil tersebut adalah salah satu armada travel yang harus terparkir lantaran kebijakan pemerintah yang melarang mudik di tahun ini. Ia meremukkan kaca belakang mobil bernopol B itu menggunakan tongkat besi mirip palu sebanyak tiga kali.

“Wes to. Wes (udah kan? Udah),” ujarnya setelah memukulkan besi untuk terakhir kali.

Melihat kejadian ini, banyak netizen memenuhi kolom komentar dengan mengkritik dan menyayangkan aksi pria brewok berkaus putih itu karena malah merugikan diri sendiri.

“Tindakan yg tidak berfaedah,” tulis salah satu akun.

“Hah? Merugikan diri sendiri sih ini namanya,” tambah akun lain.

“Malah buang2 duit,” tulis lainnya.

“Jemput mudik ngasilin uang,, lah itu malah buang uang,” ujar yang lainnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) mengeluarkan Addendum Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo menegaskan maksud dari addendum (tambahan klausul) Surat Edaran ini adalah mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021).

“Tujuan Addendum Surat Edaran yang diteken pada 21 April ini adalah untuk mengantisipasi peningkatan arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan kasus antardaerah pada masa sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik diberlakukan,” kata Doni, dalam siaran pers, Kamis (22/4).

Penulis: Ambarul Fatima S.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/