alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Per 1 Juni, Seluruh Indonesia Terapkan PPKM

RADAR MALANG – Pemerintah akan melakukan kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Kebijakan ini berlaku per tanggal 1 Juni hingga 14 Juni mendatang. Perpanjangan ini bahkan dikabarkan akan berlaku di seluruh provinsi di Indonesia.
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto menyampaikan, kebijakan ini dilakukan karena terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 di Indonesia. Sebagai catatan, sebelumnya ada 30 provinsi yang melaksanakan PPKM mikro. Namun terhitung sejak 1 Juni mendatang, ada empat provinsi yang ditambah yaitu Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, dan Maluku Utara.
”Oleh karena itu, untuk PPKM mikro selanjutnya 1-14 Juni mendatang maka Gorontalo, Maluku, Maluku Utara diikutsertakan. Di tambah juga dengan Sulawesi Barat,” ujar Airlangga dalam jumpa pers daring di kanal YouTube Sekretariat Presiden kemarin (24/5).
Airlangga menyebut, sudah ada 7 daerah yang mengalami kenaikan kasus Covid-19. Yakni DI Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan. Dia menambahkan bahwa 56,4 persen dari kasus aktif nasional berada di Pulau Jawa dan 21,3 persen di Sumatera.
Data Satgas Covid-19 nasional mencatat, total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1.781.127 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.638.279 orang dinyatakan sembuh dan 49.455 meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada 92.847 kasus aktif secara keseluruhan di Indonesia. Mereka masih menjalani perawatan atau isolasi mandiri untuk mencegah penyebaran virus.
”Kasus Covid per 23 Mei, kasus aktifnya adalah 5,2 persen dan ini ada sedikit kenaikan dibandingkan minggu yang lalu, kesembuhannya 92 persen dan tingkat kematian 2,8 persen,” jelas pria yang juga menjabat sebagai menteri coordinator perkonomian RI itu.
Terdekat, Airlangga menuturkan bahwa pemerintah akan terus memantau potensi lonjakan kasus Covid-19. Utamanya dalam kurun waktu 4-5 minggu pascalibur lebaran.
Sebelumnya, pos penyekatan di Exit Tol Madyopuro, Kota Malang, harusnya juga telah dibongkar kemarin (24/5). Namun proses tersebut urung dilaksanakan sebab kebijakan pengetatan kendaraan diperpanjang hingga 31 Mei mendatang.
”Betul, memang diperpanjang hingga tanggal 31 Mei nanti. Jadi yang di Exit Tol Madyopuro belum akan dibongkar,” terang Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Yoppy Anggi Khrisna. Dia menambahkan, alasan perpanjangan tersebut disebabkan karena masih ramainya arus balik. ”Karena masih banyak yang melakukan arus balik, lalu tempat wisata juga masih ramai,” imbuhnya.
Dengan adanya perpanjangan kebijakan ini, maka kendaraan yang keluar dari pintu tol Madyopuro tetap dilakukan pengetatan. ”Hingga hari, ada seribu lebih kendaraan yang masuk ke Kota Malang kami minta putar balik,” tambah Anggi, sapaan karibnya.
Data Satlantas Polresta Malang Kota mencatat, total ada 1.124 mobil pribadi, 49 bus, dan 416 truk atau mobil barang yang diminta putar balik sepanjang proses penyekatan di momen mudik lebaran. “Mereka ini mayoritas plat luar Malang Raya seperti L, W, AG, dan S yang diputar balik,” tambahnya.

Penulis: Ambarul Fatima S

RADAR MALANG – Pemerintah akan melakukan kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Kebijakan ini berlaku per tanggal 1 Juni hingga 14 Juni mendatang. Perpanjangan ini bahkan dikabarkan akan berlaku di seluruh provinsi di Indonesia.
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto menyampaikan, kebijakan ini dilakukan karena terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 di Indonesia. Sebagai catatan, sebelumnya ada 30 provinsi yang melaksanakan PPKM mikro. Namun terhitung sejak 1 Juni mendatang, ada empat provinsi yang ditambah yaitu Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, dan Maluku Utara.
”Oleh karena itu, untuk PPKM mikro selanjutnya 1-14 Juni mendatang maka Gorontalo, Maluku, Maluku Utara diikutsertakan. Di tambah juga dengan Sulawesi Barat,” ujar Airlangga dalam jumpa pers daring di kanal YouTube Sekretariat Presiden kemarin (24/5).
Airlangga menyebut, sudah ada 7 daerah yang mengalami kenaikan kasus Covid-19. Yakni DI Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan. Dia menambahkan bahwa 56,4 persen dari kasus aktif nasional berada di Pulau Jawa dan 21,3 persen di Sumatera.
Data Satgas Covid-19 nasional mencatat, total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1.781.127 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.638.279 orang dinyatakan sembuh dan 49.455 meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada 92.847 kasus aktif secara keseluruhan di Indonesia. Mereka masih menjalani perawatan atau isolasi mandiri untuk mencegah penyebaran virus.
”Kasus Covid per 23 Mei, kasus aktifnya adalah 5,2 persen dan ini ada sedikit kenaikan dibandingkan minggu yang lalu, kesembuhannya 92 persen dan tingkat kematian 2,8 persen,” jelas pria yang juga menjabat sebagai menteri coordinator perkonomian RI itu.
Terdekat, Airlangga menuturkan bahwa pemerintah akan terus memantau potensi lonjakan kasus Covid-19. Utamanya dalam kurun waktu 4-5 minggu pascalibur lebaran.
Sebelumnya, pos penyekatan di Exit Tol Madyopuro, Kota Malang, harusnya juga telah dibongkar kemarin (24/5). Namun proses tersebut urung dilaksanakan sebab kebijakan pengetatan kendaraan diperpanjang hingga 31 Mei mendatang.
”Betul, memang diperpanjang hingga tanggal 31 Mei nanti. Jadi yang di Exit Tol Madyopuro belum akan dibongkar,” terang Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Yoppy Anggi Khrisna. Dia menambahkan, alasan perpanjangan tersebut disebabkan karena masih ramainya arus balik. ”Karena masih banyak yang melakukan arus balik, lalu tempat wisata juga masih ramai,” imbuhnya.
Dengan adanya perpanjangan kebijakan ini, maka kendaraan yang keluar dari pintu tol Madyopuro tetap dilakukan pengetatan. ”Hingga hari, ada seribu lebih kendaraan yang masuk ke Kota Malang kami minta putar balik,” tambah Anggi, sapaan karibnya.
Data Satlantas Polresta Malang Kota mencatat, total ada 1.124 mobil pribadi, 49 bus, dan 416 truk atau mobil barang yang diminta putar balik sepanjang proses penyekatan di momen mudik lebaran. “Mereka ini mayoritas plat luar Malang Raya seperti L, W, AG, dan S yang diputar balik,” tambahnya.

Penulis: Ambarul Fatima S

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/