alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Naik Terus, 1.112 Anak di Jakarta Terpapar Covid-19

RADAR MALANG – Kasus Covid-19 dalam beberapa waktu belakangan terbilang fluktuatif, berada pada kisaran 3.000 sampai5.000 kasus. Namun kondisi tersebut tidak berlaku untuk hari ini.
Pada Kamis (24/6), kasus positif di Jakarta melonjak drastis, mencapai 7.505 kasus dalam sehari.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 25.575 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.460 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 7.505 positif dan 12.955 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen pada 5.053 orang. Hasilnya, 776 orang dinyatakan positif dan 4.277 negatif.

“Kami di Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh warga meningkatkan kewaspadaan dan semakin taat protokol kesehatan, karena penularan Covid-19 yang kian cepat. Patuhi aturan yang berlaku sebagai upaya kita bersama dalam menekan penyebaran virus ini,” tegas Dwi seperti dilansir Jawa Pos.

Dwi juga menyebut, trend kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun masih bertambah. Sebanyak 15 persen dari 7.505 kasus positif hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Rinciannya, 830 kasus adalah anak usia 6 sampai 18 tahun. Sementara 282 lainnya adalah kasus anak dengan rentang usia 0 sampai 5 tahun. Dengan demikian, hingga Kamis (24/6) tercatat sebanyak 1.112 anak dengan rentang usia 0 sampai 18 tahun yang terpapar virus asal Wuhan, Tiongkok, itu.

Sedangkan sebanyak 5.775 kasus adalah usia 19 sampai 59 tahun dan 618 kasus adalah usia 60 tahun ke atas.

“Untuk itu, penting sekali bagi para orang tua agar menjaga anak-anaknya lebih ketat dan menghindari keluar rumah membawa anak-anak. Sebisa mungkin lakukan aktivitas di rumah saja bersama anak, karena kasus positif pada anak saat ini masih tinggi,” katanya.

Lonjakan bukan hanya terjadi pada angka kasus positif saja, tetapi juga pada jumlah pemakaman dengan protap Covid-19 di Jakarta. Secara berturut-turut, pada 22 Juni terdapat 150 pemakaman, lalu 23 Juni sebanyak 180 pemakaman, dan sampai dengan pukul 12 siang hari ini sudah 132 pemakaman yang menggunakan protap Covid-19.

“Situasi ini tidak bisa dibiarkan, kita harus waspada dan mencegah penyebaran Covid-19 ini bersama-sama,” ungkapnya.

Pemprov DKI Jakarta juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam menyiapkan fasilitas isolasi mandiri terkendali yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti penggunaan rusun. Salah satunya Rusun Nagrak dan sejumlah GOR.

Dwi turut memaparkan perkembangan jumlah klaster di Jakarta. Untuk klaster perkantoran pada 14-20 Juni, ditemukan sebanyak 576 kasus positif dari 105 kantor. Sedangkan, untuk klaster keluarga pada 14-20 Juni sebanyak 10.967 orang positif dari 912 keluarga.

“Kami juga menyarankan warga mengurangi mobilitas, taati aturan bekerja dari kantor sebanyak 25 persen kapasitas dan sisanya bekerja dari rumah. Keluar rumah jika benar-benar penting, tentu kita semua tidak ingin jika kasusnya semakin bertambah ke depannya,” tambahnya.

Sumber: Jawa Pos

RADAR MALANG – Kasus Covid-19 dalam beberapa waktu belakangan terbilang fluktuatif, berada pada kisaran 3.000 sampai5.000 kasus. Namun kondisi tersebut tidak berlaku untuk hari ini.
Pada Kamis (24/6), kasus positif di Jakarta melonjak drastis, mencapai 7.505 kasus dalam sehari.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 25.575 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.460 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 7.505 positif dan 12.955 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen pada 5.053 orang. Hasilnya, 776 orang dinyatakan positif dan 4.277 negatif.

“Kami di Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh warga meningkatkan kewaspadaan dan semakin taat protokol kesehatan, karena penularan Covid-19 yang kian cepat. Patuhi aturan yang berlaku sebagai upaya kita bersama dalam menekan penyebaran virus ini,” tegas Dwi seperti dilansir Jawa Pos.

Dwi juga menyebut, trend kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun masih bertambah. Sebanyak 15 persen dari 7.505 kasus positif hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Rinciannya, 830 kasus adalah anak usia 6 sampai 18 tahun. Sementara 282 lainnya adalah kasus anak dengan rentang usia 0 sampai 5 tahun. Dengan demikian, hingga Kamis (24/6) tercatat sebanyak 1.112 anak dengan rentang usia 0 sampai 18 tahun yang terpapar virus asal Wuhan, Tiongkok, itu.

Sedangkan sebanyak 5.775 kasus adalah usia 19 sampai 59 tahun dan 618 kasus adalah usia 60 tahun ke atas.

“Untuk itu, penting sekali bagi para orang tua agar menjaga anak-anaknya lebih ketat dan menghindari keluar rumah membawa anak-anak. Sebisa mungkin lakukan aktivitas di rumah saja bersama anak, karena kasus positif pada anak saat ini masih tinggi,” katanya.

Lonjakan bukan hanya terjadi pada angka kasus positif saja, tetapi juga pada jumlah pemakaman dengan protap Covid-19 di Jakarta. Secara berturut-turut, pada 22 Juni terdapat 150 pemakaman, lalu 23 Juni sebanyak 180 pemakaman, dan sampai dengan pukul 12 siang hari ini sudah 132 pemakaman yang menggunakan protap Covid-19.

“Situasi ini tidak bisa dibiarkan, kita harus waspada dan mencegah penyebaran Covid-19 ini bersama-sama,” ungkapnya.

Pemprov DKI Jakarta juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam menyiapkan fasilitas isolasi mandiri terkendali yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti penggunaan rusun. Salah satunya Rusun Nagrak dan sejumlah GOR.

Dwi turut memaparkan perkembangan jumlah klaster di Jakarta. Untuk klaster perkantoran pada 14-20 Juni, ditemukan sebanyak 576 kasus positif dari 105 kantor. Sedangkan, untuk klaster keluarga pada 14-20 Juni sebanyak 10.967 orang positif dari 912 keluarga.

“Kami juga menyarankan warga mengurangi mobilitas, taati aturan bekerja dari kantor sebanyak 25 persen kapasitas dan sisanya bekerja dari rumah. Keluar rumah jika benar-benar penting, tentu kita semua tidak ingin jika kasusnya semakin bertambah ke depannya,” tambahnya.

Sumber: Jawa Pos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/