alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

RS Rujukan Penuh, Menkes: Saturasi Oksigen di Atas 94, di Rumah Saja

RADAR MALANG – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan agar pasien Covid-19 dengan saturasi oksigennya rendah untuk secepatnya dibawa ke rumah sakit (RS). Sebaliknya, pasien dengan saturasi di atas 94 persen disarankan untuk tetap menjalani perawatan di rumah.

Hal itu dikatakan Budi Gunadi lantaran tingginya angka kematian masyarakat akibat Covid-19 di tanah air. “Saturasi sudah sangat rendah, kalau sudah di bawah 94 persen segera bawa ke RS atau tempat isolasi terpusat,” ujar Budi Gunadi di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/7).

Namun demikian, jika orang yang terpapar Covid-19 saturasi oksigennya masih di atas 94 persen tidak perlu dibawa ke RS. Karena hal itu bisa berakibat penuhnya RS.

Akibatnya, orang yang seharusnya membutuhkan penanganan cepat di RS malah tidak bisa masuk akibat RS penuh dengan orang-orang tingkat saturasinya di atas 94 persen. “Kalau di atas 94 persen enggak usah dibawa ke RS. Nanti orang yang butuh RS enggak bisa masuk. Jadi biarkan saja di rumah,” katanya.

Menurut mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, orang yang terpapar Covid-19 jangan sampai saturasi oksigennya mencapai 70 persen. Walaupun merasa sehat namun tetap perlu mendapatkan pertolongan dari RS. ”Jangan sampai turun sampai 80 persen apalagi 70 persen. Kadang banyak orang merasa saya batuk kecil, lalu tidak mau dites. Sekali lagi yang banyak wafat adalah karena terlambat masuk RS,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Budi menuturkan pentingnya bagi pasien Covid-19 mengukur saturasi oksigen mereka dengan alat bernama oxymeter.

Budi berujar, penyakit Covid-19 bisa disembuhkan jika terdeteksi sejak diri. Dia mencontohkan di seluruh dunia dari 100 orang yang sakit, masuk RS hanya 20 persen. Kemudian yang meninggal dunia sekitar 1.7 persen.

Sehingga dengan persentase tersebut, kondisi tersebut lebih rendah ketimbang kematian akibat TBC dan HIV.
”Tapi harus dirawat dengan tepat dan cepat. Jadi kalau sudah positif cepat dites. Setelah dites, cepat ukur saturasi. Kalau di atas 94 persen stay at home. Insya Allah akan sembuh,” pungkasnya.

Sumber: JawaPos.Com

RADAR MALANG – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan agar pasien Covid-19 dengan saturasi oksigennya rendah untuk secepatnya dibawa ke rumah sakit (RS). Sebaliknya, pasien dengan saturasi di atas 94 persen disarankan untuk tetap menjalani perawatan di rumah.

Hal itu dikatakan Budi Gunadi lantaran tingginya angka kematian masyarakat akibat Covid-19 di tanah air. “Saturasi sudah sangat rendah, kalau sudah di bawah 94 persen segera bawa ke RS atau tempat isolasi terpusat,” ujar Budi Gunadi di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/7).

Namun demikian, jika orang yang terpapar Covid-19 saturasi oksigennya masih di atas 94 persen tidak perlu dibawa ke RS. Karena hal itu bisa berakibat penuhnya RS.

Akibatnya, orang yang seharusnya membutuhkan penanganan cepat di RS malah tidak bisa masuk akibat RS penuh dengan orang-orang tingkat saturasinya di atas 94 persen. “Kalau di atas 94 persen enggak usah dibawa ke RS. Nanti orang yang butuh RS enggak bisa masuk. Jadi biarkan saja di rumah,” katanya.

Menurut mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, orang yang terpapar Covid-19 jangan sampai saturasi oksigennya mencapai 70 persen. Walaupun merasa sehat namun tetap perlu mendapatkan pertolongan dari RS. ”Jangan sampai turun sampai 80 persen apalagi 70 persen. Kadang banyak orang merasa saya batuk kecil, lalu tidak mau dites. Sekali lagi yang banyak wafat adalah karena terlambat masuk RS,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Budi menuturkan pentingnya bagi pasien Covid-19 mengukur saturasi oksigen mereka dengan alat bernama oxymeter.

Budi berujar, penyakit Covid-19 bisa disembuhkan jika terdeteksi sejak diri. Dia mencontohkan di seluruh dunia dari 100 orang yang sakit, masuk RS hanya 20 persen. Kemudian yang meninggal dunia sekitar 1.7 persen.

Sehingga dengan persentase tersebut, kondisi tersebut lebih rendah ketimbang kematian akibat TBC dan HIV.
”Tapi harus dirawat dengan tepat dan cepat. Jadi kalau sudah positif cepat dites. Setelah dites, cepat ukur saturasi. Kalau di atas 94 persen stay at home. Insya Allah akan sembuh,” pungkasnya.

Sumber: JawaPos.Com

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/