alexametrics
18.6 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Anggota Uni Eropa Kecewa Lambatnya Pasokan Vaksin AstraZeneca

RADAR MALANG – Negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa terus bergerak untuk mendapatkan pasokan vaksin Covid-19. Terbaru, mereka mendesak perusahaan farmasi AstraZeneca untuk memasok lebih banyak dosis vaksin Covid-19. Desakan itu dipicu pernyataan AstraZeneca yang hanya bisa memberikan sebagian kecil dosis yang dijanjikan untuk kuartal pertama tahun ini.

Dilansir dari bbc.com Kamis (28/1), pernyataan AstraZeneca itu membuat gaduh negara-negara di Eropa yang berharap bisa segera mendapatkan vaksin Covid-19 untuk warganya. European Comission mengkritik keras lambatnya pengiriman vaksin. Dari laporan yang dirilis pekan lalu, UE akan mendapatkan dosis vaksin 60 persen lebih sedikit daripada yang dijanjikan untuk bulan Januari hingga Maret 2021. Uni Eropa menegaskan kembali posisinya setelah kedua belah pihak bertemu untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Komisaris Kesehatan Stella Kyriakides mengatakan, Uni Eropa mengkritik kesimpangsiuran jadwal pengiriman vaksinasi ini. “Kami akan bekerja dengan perusahaan untuk menemukan solusi dan mengirimkan vaksin dengan cepat bagi warga UE,” katanya.

Seorang juru bicara AstraZeneca mengatakan, perusahaannya tetap berkomitmen melakukan koordinasi dan bersama-sama memetakan jalur pengiriman vaksin selama beberapa bulan mendatang.

Sementara itu, Pfizer dan BioNTech yang memiliki kesepakatan produksi vaksin yang lebih besar dengan negara di Eropa juga belum bisa memenuhi permintaan. Pembuat obat Prancis Sanofi telah mengumumkan bahwa mereka akan membantu memproduksi 125 juta dosis Pfizer/BioNTech pada akhir tahun ini.

Perusahaan ini akan mengizinkan BioNTech yang berbasis di Jerman untuk menggunakan fasilitasnya di Frankfurt mulai bulan Juli, kata Sanofi dalam sebuah pernyataan setelah ada keputusan untuk menunda pengembangan vaksinnya sendiri.

Penulis: Fara Trisna Rahmadani

RADAR MALANG – Negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa terus bergerak untuk mendapatkan pasokan vaksin Covid-19. Terbaru, mereka mendesak perusahaan farmasi AstraZeneca untuk memasok lebih banyak dosis vaksin Covid-19. Desakan itu dipicu pernyataan AstraZeneca yang hanya bisa memberikan sebagian kecil dosis yang dijanjikan untuk kuartal pertama tahun ini.

Dilansir dari bbc.com Kamis (28/1), pernyataan AstraZeneca itu membuat gaduh negara-negara di Eropa yang berharap bisa segera mendapatkan vaksin Covid-19 untuk warganya. European Comission mengkritik keras lambatnya pengiriman vaksin. Dari laporan yang dirilis pekan lalu, UE akan mendapatkan dosis vaksin 60 persen lebih sedikit daripada yang dijanjikan untuk bulan Januari hingga Maret 2021. Uni Eropa menegaskan kembali posisinya setelah kedua belah pihak bertemu untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Komisaris Kesehatan Stella Kyriakides mengatakan, Uni Eropa mengkritik kesimpangsiuran jadwal pengiriman vaksinasi ini. “Kami akan bekerja dengan perusahaan untuk menemukan solusi dan mengirimkan vaksin dengan cepat bagi warga UE,” katanya.

Seorang juru bicara AstraZeneca mengatakan, perusahaannya tetap berkomitmen melakukan koordinasi dan bersama-sama memetakan jalur pengiriman vaksin selama beberapa bulan mendatang.

Sementara itu, Pfizer dan BioNTech yang memiliki kesepakatan produksi vaksin yang lebih besar dengan negara di Eropa juga belum bisa memenuhi permintaan. Pembuat obat Prancis Sanofi telah mengumumkan bahwa mereka akan membantu memproduksi 125 juta dosis Pfizer/BioNTech pada akhir tahun ini.

Perusahaan ini akan mengizinkan BioNTech yang berbasis di Jerman untuk menggunakan fasilitasnya di Frankfurt mulai bulan Juli, kata Sanofi dalam sebuah pernyataan setelah ada keputusan untuk menunda pengembangan vaksinnya sendiri.

Penulis: Fara Trisna Rahmadani

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/