alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Stasiun Kota Baru Malang Sediakan GeNose, Tes Antigen Langsung Sepi

MALANG KOTA – Antrean calon penumpang terlihat di tempat pemeriksaan rapid test GeNose di Stasiun Kota Baru Malang pagi ini (28/2). Meski layanan pemeriksaan cepat Antigen tetap tersedia, lebih banyak yang memilih GeNose.

Salah satunya adalah Angela Novia yang lebih memilih memakai layanan rapid test Ge Nose. “Kami sangat terbantu, kalau yang rapid test lainnya kan lumayan harganya. Sebelumnya pernah yang rapid test antibodi, kalau antigen belum pernah,” ujar wanita yang berniat naik kereta ke Surabaya bersama dua temannya via Stasiun Kota Baru Malang.

Wanita asal Landungsari itu mengatakan, meskipun baru pertama kali mencoba, dia mengatakan pelayanan lebih praktis dan caranya lebih simpel dari rapid test lainnya. “Kayak penerapan dari step by step-nya lebih cepet. Lalu beda dengan antigen yang harus ‘disogrok’ dulu di hidung. Jadi buat yang tes GeNose tidak butuh keberanian lebih,” terangnya. Dia menilai layanan baru ini juga lebih bisa dijangkau semua kalangan.

Bramantyo, salah satu petugas Humas Daop 8 Kota Malang mengatakan, di hari pertama lebih banyak penumpang yang antre di stand GeNose. “Meskipun begitu kita tetap menyediakan rapid test Antigen untuk penumpang yang membutuhkan. Jadi intinya kita menyediakan alat deteksi Covid-19 sesuai kebutuhan penumpang,” ujarnya.

Ia berpendapat, banyaknya penumpang yang memilih GeNose karena lebih terjangkau dan juga lebih praktis. “Apalagi masa berlakunya juga sama dengan rapid antigen. Yaitu 3×24 jam untuk hari biasa, dan 1×24 jam untuk hari libur nasional atau libur panjang,” pungkasnya.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Antrean calon penumpang terlihat di tempat pemeriksaan rapid test GeNose di Stasiun Kota Baru Malang pagi ini (28/2). Meski layanan pemeriksaan cepat Antigen tetap tersedia, lebih banyak yang memilih GeNose.

Salah satunya adalah Angela Novia yang lebih memilih memakai layanan rapid test Ge Nose. “Kami sangat terbantu, kalau yang rapid test lainnya kan lumayan harganya. Sebelumnya pernah yang rapid test antibodi, kalau antigen belum pernah,” ujar wanita yang berniat naik kereta ke Surabaya bersama dua temannya via Stasiun Kota Baru Malang.

Wanita asal Landungsari itu mengatakan, meskipun baru pertama kali mencoba, dia mengatakan pelayanan lebih praktis dan caranya lebih simpel dari rapid test lainnya. “Kayak penerapan dari step by step-nya lebih cepet. Lalu beda dengan antigen yang harus ‘disogrok’ dulu di hidung. Jadi buat yang tes GeNose tidak butuh keberanian lebih,” terangnya. Dia menilai layanan baru ini juga lebih bisa dijangkau semua kalangan.

Bramantyo, salah satu petugas Humas Daop 8 Kota Malang mengatakan, di hari pertama lebih banyak penumpang yang antre di stand GeNose. “Meskipun begitu kita tetap menyediakan rapid test Antigen untuk penumpang yang membutuhkan. Jadi intinya kita menyediakan alat deteksi Covid-19 sesuai kebutuhan penumpang,” ujarnya.

Ia berpendapat, banyaknya penumpang yang memilih GeNose karena lebih terjangkau dan juga lebih praktis. “Apalagi masa berlakunya juga sama dengan rapid antigen. Yaitu 3×24 jam untuk hari biasa, dan 1×24 jam untuk hari libur nasional atau libur panjang,” pungkasnya.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/