JawaPos.com – Ribuan kota suara untuk Pemilu 2019 di Cirebon ?rusak dan tidak layak digunakan dalam hajatan lima tahunan. Kerusakan itu karena terkena hujan.

Komisioner Bawaslu, Rahmad Bagja menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak cermat sampai ribuan kotak suara rusak. Padahal sudah dari jauh-jauh hari Bawaslu sudah ingatan KPU untuk bisa berhati-hati.

“Nah ini kecolongan. Ini SOP KPU? gimana ya. Sudah kami ingatkan untuk berhati-hati,” ujar Bagja saat dihubungi, Selasa (12/2).

Bawaslu juga telah dua kali mengirimkan surat ke lembaga yang dikepalai Arief Budiman ini. Mulai dari pengawasan KPU sampai SOP peletakan kotak suara di gudang penyimpanan.

Rusaknya ribuan kotak suara ini juga harus dijadikan pelajaran bagi KPU supaya lebih berhati-hati dalam melakukan penyimpanan. Jangan sampai saat hari pencoblosan tiba banyak kotak suara yang tidak bisa digunakan.

“Jadi jangan sampai penyelenggara pemilu itu malah menghambat pemilu,” katanya.

Menurut Bagja, pendistribusian kotak suara harus dikawal terus. Bahkan sampai ke gudang penyimpanannya. Karena kotak suara berbahan karton ?berbeda perlakuannya dengan yang dahulu berbahan alumunium.

“Karena memang dulu tidak ada masalah hujan atau enggak. Sekarang kan pakai karton dupleks. Maka harus jadi perhatian,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) membenarkan adanya kotak suara yang rusak di Cirebon, Jawa Barat. Kotak suara itu rusak lantaran terkena hujan.

Komisioner KPU, Ilham Saputra mengatakan kotak suara rusak itu karenanya adanya aliran sungai meluap akibat hujan. Sehingga tempat penyimpanan kerendam air, yang mengakibatkan kotak suara rusak.

Saat ini Ilham mengaku sedang menunggu laporan dari KPU Daerah mengenai jumlah surat suara yang rusak tersebut. KPU berjanji surat suara rusak akan ia ganti dengan yang baru.

Adapun Ketua Bawaslu Jawa Barat, Zaki Hilmi mengungkapkan jumlah kotak suara pemilu rusak di Cirebon mencapai 1.410 unit. Jumlah kotak suara rusak masih mungkin bertambah lantaran Bawaslu masih terus melakukan pengecekan di gudang penyimpanan.?

Editor           : Kuswandi

Reporter      : Gunawan Wibisono