Rektor IKIP Budi Utomo Nurcholis Sunuyeko (tengah) bersama Yaya (kanan)

MALANG KOTA – Kampus IKIP Budi Utomo (IBU), Malang patut berbangga. Sebab, salah satu mahasiswanya, Mohammad Ashfya, 23, turut menyumbang medali di Asian Games 2018.

Mahasiswa bekulit sawo matang dengan tinggi 185 cm ini nampak santai saat berkunjung ke kampusnya, pasca ajang Asian Games 2018, lalu.

Yaya, sapaannya, menjadi bagian dalam Tim Voli Pantai satu tim dengan Ade Candra Rahmawan, atlet asal Yogyakarta. Bertanding melawan Qatar, keduanya berhasil membawa pualng medali perak.


“Ini merupakan kebanggan teman-teman, orangtua, kampus IBU juga, dan masyarakat. Intinya semua buat orang terdekat,” ujar pria asli Sidoarjo ini.

Atlet yang juga tengah menempuh semester akhir di jurusan PJKR (Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rohani), IBU Malang ini, diketahui memang punya segudang prestasi tak hanya nasional tapi juga internasional. Di antaranya di kejuaraan Nasional, Sea Games hingga berikutnya, Asian Championship di Thailand 22 September mendatang.

“Meski perak pun, itu sebuah kebanggaan. Jadi pengalaman tersendiri untuk saya. Apalagi persaingan di Asian Games itu sangat berat,” imbuhnya.

Sementara itu, Nurcholis Sunuyeko Rektor IKIP Budi Utomo Malang sangat mengapreasi prestasi Yaya. Mengingat, kampus ini juga telah mencetak banyak atlet profesional.

“Memang bukan hanya akademik, tapi juga fasilitas kita sediakan untuk mendorong mereka. IKIP Budi Utomo memberikan kesempatan kepada mahasiswa tak hanya kevel nasional tapi juga inernasional,” bebernya.

Pewarta: Feni Yusnia
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Feni Yusnia