JawaPos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus mematangkan persiapan debat kedua di Pilpres 2019. Ada perbedaan antara debat pertama dengan kedua.

Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi mengatakann, kesiapan dalam debat kedua sudah mencapai 90 persen. Sehingga di 17 Februari mendatang debat dua capres bisa dilakukan.

“Kira-kira sudah 90 persen kesiapan KPU ini, mulai dari tim panelis, moderator, daftar pertanyaan, teknis penyelenggaran, pengamanan dan lain-lain,” ujar Pramono saat dihubungi, Senin (11/2).

Pramono mengatakan, debat kedua sama seperti yang sebelumnya ada enam segmen. Itu terdiri dari, segmen pertama penyampaian visi misi. Segmen kedua dan ketiga adalah capres menjawab pertanyaan dari tim panelis.

Kemudian segmen keempat debat eksploratif dengan dimunculkannya sebuah video pendek yang disiapkan oleh panelis. Segmen kelima capres saling melempar pertanyaan, dan segmen keenam adalah penutup para capres.

“Jadi yang terpenting para capres boleh melempar pertanyaan sepanjang tidak keluar dari tema di tiap segmen,” katanya.

Berikut ini enam perbedaan di debat kedua ini adalah.

1. Tidak adalah lagi kisi-kisi pertanyaan oleh KPU.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengatakan pihak sudah menentukan dalam debat berikutnya tidak adanya kisi-kisi pertanyaan. Hal ini menurut Wahyu menjadi bagian untuk dilakukan evaluasi.

?”Salah satu yang dievaluasi adalah terkait isu pemberitahuan abstraksi kisi-kisi soal kepada kandidat. KPU RI berupaya mengartikulasikan harapan publik sehingga untuk debat berikutnya abstraksi soal yang dibuat panelis tidak diberitahukan kepada kandidat,” ujar Wahyu.

KPU menyadari perlu menjadi pelayanan publik. Pasalnya dalam debat perdana yang bertemakan hukum, hak asasi manusia (HAM), korupsi dan terorisme belum memuaskan masyarakat.

Evaluasi yang dilakukan KPU juga menyeluruh, mengenai format, mekanisme debat. Hal itu dilakukan untuk perbaikan perhelatan debat Pilpres 2019 menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“KPU RI melakukan evaluasi menyeluruh terkait format dan mekanisme debat untuk perbaikan debat berikutnya. Sebagai pelayan publik dalam bidang kepemiluan, KPU RI terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat,” pungkasnya.

2. ?Tidak adanya pendukung di belakang capres.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengatakan di debat kedua capres tidak sama seperti debat perdana. Wahyu mengaku perbedaan itu mengenai format teknis panggung debat.

Pada debat perdana ada tim pemenangan yang duduk belakang dua pasangan capres-cawapres?. Sementara di debat kedua pada 17 Februari nanti ditiadakan.

“Di belakang kandidat pas debat pertama kan ada orang-orang. Untuk debat kedua tidak,” ujar Wahyu di Kantor KPU, Jakarta, Senin (21/1).

Alasan meniadakan tim pemenangan atau pendukung di belakang pasangan capres-cawapres ini, karena KPU menilai adanya kegaduhan dan tidak tertib yang dilakukan para tim pemenangan.

“Karena KPU ini kan melayani rakyat. Bukan melayani elite politik. Jadi para elite yang merepresentasikan itu juga harus menghormati rakyat yang menonton di rumah,” katanya.

?3. Waktu debat kedua segmen empat dan lima lebih panjang.

Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Usman Kansong? mengatakan di segmen keempat dan kelima waktunya jauh lebih panjang dari sebelumnya. Bahkan waktunya juga lebih panjang dari segmen satu, dua dan tiga.

“Itu lebih panjang. Jadi kalau nanti waktu habis moderator masih bisa meminta capres mendalami? lagi,” ujar Usman di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (30/1).

Jadi nantinya moderator yang mengontrol waktu debat itu. Sehingga apabila capres belum selesai dengan pemaparannya bisa dilanjutkan lagi.

Usman mengatakan, waktu di debat perdana segmen keempat dan kelima hanya berkisar tujuh menit. Namun kali ini untuk dua segmen itu ditambah bisa 15 sampai 20 menit.

4. ?Adanya pemutaran video pendek di segmen empat.

KPU memutusan adanya pemutaran video di debat kedua segmen keempat ini. Ketua KPU, Arief Budiman mengatakan video itu diputar sesuai dengan tema debat kedua. Sehingga nantinya para capres bakal mengomentarinya.

“Nanti masing-masing pihak dikasih waktu untuk menanggapi, kemudian saling merespons yang sudah ditanggapi,” ujar Arief.

Arief berujar adanya pemutaran video ini juga sekaligus mengganti pertanyaan yang diberikan oleh moderator. Sehingga para capres Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto hanya menanggapi cuplikan video pendek itu.

Ada empat video yang telah dipersiapkan oleh KPU. Satu video durasinya berkisar 30 detik sampai dengan 1 menit. Video tersebut juga dibuat oleh panelis yang diikutsertakan oleh KPU. “Videonya yang bikin panelis, jadi kan banyak kejadian-kejadian di Indonesia,” katanya.

5.? Kamera yang disiapkan mengikuti pasangan capres

Ketua KPU Arief Biduman mengatakan di debat kedua nanti ada kamera yang terus mengikuti perjalanan peserta dari lokasi keberangkatan menuju tempat debat.

Dengan demikian, publik bisa mengetahui perjalanan masing-masing kandidat. Peserta juga dimungkinkan untuk berkomunikasi langsung satu sama lain.

“Bisa menjadi prolog, saling bertukar kabar di antara masing-masing paslon ketika jalan ke tempat debat. Menunjukkan kultur keramahtamahan kita,” kata Arief.

6. Panelis debat kedua ditentukan oleh KPU.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengatakan nantinya usulan panelis di debat kedua hanya dilakukan oleh KPU. Tidak lagi ada usulan dari masing-masing tim kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Dalam soal menentukan panelis itu kami tentukan sendiri,” ujar Wahyu.

Wahyu mengaku KPU memang mempunyai kewenangan untuk memilih para panelis tanpa harus berkoordinasi tim dari pasangan capres-cawapres. Sehingga di debat kedua KPU memilih mengusulkan sendiri nama panelis.

“Untuk hal-hal yang memang itu kewenangan KPU, kita akan putuskan berdasarkan kewenangan kita,” katanya.

Adapun debat kedua Pilpres digelar Minggu (17/2). Peserta debat adalah calon presiden. Tema yang diangkat energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Debat akan diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta. Empat stasiun televisi akan menyiarkan debat, yaitu RCTI, JTV, MNC TV, dan INews TV.?

Editor           : Kuswandi

Reporter      : Gunawan Wibisono