alexametrics
24.1 C
Malang
Thursday, 21 October 2021

Covid-19 di Singapura Makin Menggila, Tembus 2000 Kasus per Hari

RADAR MALANG – Pemerintah Singapura sudah mempersiapkan kemungkinan skenario terburuk jika terjadi kenaikan kasus Covid-19 sebanyak 5 ribu orang dalam sehari. Kasus baru sudah menembus angka 2 ribuan orang dalam sehari, tertinggi selama pandemi di Singapura. Kematian juga makin bertambah. Kondisi ini membuat negara dengan 5,7 juta penduduk itu kewalahan.

“Sistem perawatan kesehatan Singapura berada di bawah tekanan luar biasa, dan pembatasan Covid-19 terbaru diperlukan untuk menstabilkan situasi dan mencegah kematian yang dapat dihindari,” kata Menteri Keuangan Lawrence Wong dilansir dari Jawapos, Jumat (1/10).

Langkah-langkah dilakukan bertujuan untuk memperlambat laju peningkatan kasus. Singapura berupaya meningkatkan kapasitas perawatan kesehatan termasuk fasilitas di luar rumah sakit sehingga dapat menangani 5 ribu kasus atau lebih setiap hari.

“Kami ingin menjaga sistem perawatan kesehatan kami tetap utuh dan terkendali. Kami ingin menghindari kematian yang tidak perlu yang mungkin timbul ketika seluruh sistem perawatan kesehatan kewalahan,” kata Wong kepada Bloomberg Television dalam sebuah wawancara.

“Kami merasa bahwa harus melakukannya karena sistem perawatan kesehatan kami dan petugas kesehatan kami benar-benar menghadapi tekanan yang luar biasa selama gelombang kasus terbaru ini,” katanya.

Di bawah aturan baru, orang tidak diizinkan untuk berkumpul dalam kelompok yang lebih besar dari dua orang, dan bekerja dari rumah. Dalam wawancaranya, Wong menjelaskan bagaimana lonjakan kasus dapat menekan sistem rumah sakit Singapura.

Untuk memastikan pasien menerima perawatan tepat waktu, rumah sakit perlu menerima sekitar 10 persen pasien yang terinfeksi untuk pemantauan lebih dekat. Ini termasuk mengutamakan lansia, mereka yang memiliki beberapa kondisi kesehatan, atau gejala Covid-19 yang lebih serius.

“Jika Anda memiliki 5.000 kasus sehari, 10 persen (dari itu) adalah 500, dan setiap orang tinggal setidaknya seminggu di rumah sakit. Itu butuh banyak tempat tidur rumah sakit,” katanya.

Wong, yang mengepalai satuan tugas multi-kementerian mengatakan bahwa keputusan terbaru memperketat pembatasan dibuat secara kolektif.
“Ketika kami melihat data dan bukti bersama dengan para ahli medis kami, kami hanya merasa bahwa ada risiko besar dari sistem perawatan kesehatan menjadi kewalahan, dan kami harus melindungi sistem perawatan kesehatan,” katanya.

Apakah hal itu akan berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah? Wong menegaskan tidak punya pilihan selain memperketat tindakan.

“Kami meminta pengertian, dukungan, dan kesabaran semua orang untuk tindakan tersebut, dan kami berharap semua orang dapat bangkit dalam solidaritas dengan petugas kesehatan kami yang menghadapi banyak tekanan – bekerja keras dalam beberapa pekan terakhir untuk menangani lonjakan besar kasus,” ungkapnya.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Pemerintah Singapura sudah mempersiapkan kemungkinan skenario terburuk jika terjadi kenaikan kasus Covid-19 sebanyak 5 ribu orang dalam sehari. Kasus baru sudah menembus angka 2 ribuan orang dalam sehari, tertinggi selama pandemi di Singapura. Kematian juga makin bertambah. Kondisi ini membuat negara dengan 5,7 juta penduduk itu kewalahan.

“Sistem perawatan kesehatan Singapura berada di bawah tekanan luar biasa, dan pembatasan Covid-19 terbaru diperlukan untuk menstabilkan situasi dan mencegah kematian yang dapat dihindari,” kata Menteri Keuangan Lawrence Wong dilansir dari Jawapos, Jumat (1/10).

Langkah-langkah dilakukan bertujuan untuk memperlambat laju peningkatan kasus. Singapura berupaya meningkatkan kapasitas perawatan kesehatan termasuk fasilitas di luar rumah sakit sehingga dapat menangani 5 ribu kasus atau lebih setiap hari.

“Kami ingin menjaga sistem perawatan kesehatan kami tetap utuh dan terkendali. Kami ingin menghindari kematian yang tidak perlu yang mungkin timbul ketika seluruh sistem perawatan kesehatan kewalahan,” kata Wong kepada Bloomberg Television dalam sebuah wawancara.

“Kami merasa bahwa harus melakukannya karena sistem perawatan kesehatan kami dan petugas kesehatan kami benar-benar menghadapi tekanan yang luar biasa selama gelombang kasus terbaru ini,” katanya.

Di bawah aturan baru, orang tidak diizinkan untuk berkumpul dalam kelompok yang lebih besar dari dua orang, dan bekerja dari rumah. Dalam wawancaranya, Wong menjelaskan bagaimana lonjakan kasus dapat menekan sistem rumah sakit Singapura.

Untuk memastikan pasien menerima perawatan tepat waktu, rumah sakit perlu menerima sekitar 10 persen pasien yang terinfeksi untuk pemantauan lebih dekat. Ini termasuk mengutamakan lansia, mereka yang memiliki beberapa kondisi kesehatan, atau gejala Covid-19 yang lebih serius.

“Jika Anda memiliki 5.000 kasus sehari, 10 persen (dari itu) adalah 500, dan setiap orang tinggal setidaknya seminggu di rumah sakit. Itu butuh banyak tempat tidur rumah sakit,” katanya.

Wong, yang mengepalai satuan tugas multi-kementerian mengatakan bahwa keputusan terbaru memperketat pembatasan dibuat secara kolektif.
“Ketika kami melihat data dan bukti bersama dengan para ahli medis kami, kami hanya merasa bahwa ada risiko besar dari sistem perawatan kesehatan menjadi kewalahan, dan kami harus melindungi sistem perawatan kesehatan,” katanya.

Apakah hal itu akan berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah? Wong menegaskan tidak punya pilihan selain memperketat tindakan.

“Kami meminta pengertian, dukungan, dan kesabaran semua orang untuk tindakan tersebut, dan kami berharap semua orang dapat bangkit dalam solidaritas dengan petugas kesehatan kami yang menghadapi banyak tekanan – bekerja keras dalam beberapa pekan terakhir untuk menangani lonjakan besar kasus,” ungkapnya.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru