alexametrics
32C
Malang
Monday, 19 April 2021

Puluhan Siswi Korban Penculikan di Nigeria Akhirnya Dibebaskan

RADAR MALANG – Para siswa yang diculik kelompok bersenjata dari sebuah sekolah asrama di Nigeria utara akhirnya dibebaskan. Selain para siswa, korban penculikan yang dilepaskan adalah guru serta anggota keluarganya seperti dilansir AP News Selasa (2/3).

Gubernur Negara Bagian Niger, Abubakar Sani Bello mengatakan, dia menerima 24 siswa, enam staf dan delapan kerabat pada Sabtu setelah mereka dibebaskan pada pagi harinya. Jumlah yang dibebaskan ini berbeda dari 42 orang yang semula dikatakan gubernur telah diculik oleh para penyerang, mengindikasikan beberapa mungkin masih hilang. Namun, perbedaan tersebut tidak dijelaskan.

Salah satu siswa dirawat di rumah sakit karena kelelahan. Para siswa yang telah dibebaskan akan diperiksa dan dipantau secara medis selama beberapa hari sebelum dipertemukan kembali dengan keluarga.

Pembebasan para korban dilakukan sehari setelah polisi mengatakan sejumlah pria bersenjata telah menculik 317 gadis dari sekolah asrama di tempat lain di Nigeria utara, di negara bagian Zamfara. Seorang penduduk mengatakan orang-orang bersenjata itu juga menyerang kamp militer dan pos pemeriksaan terdekat, mencegah tentara mengganggu penculikan massal.

Beberapa kelompok besar pria bersenjata beroperasi di negara bagian Zamfara, yang digambarkan oleh pemerintah sebagai bandit dan diketahui menculik demi uang dan mendorong pembebasan anggotanya dari penjara.

Masauda Umar, 20, berhasil melarikan diri dari sekolah tersebut ketika para pria bersenjata dating ke asrama. Dia mengatakan bahwa para bandit datang ke tempat tidur mereka dan setelah mengetuk pintu utama, lalu mereka memukul orang yang menjawabnya dan membuat semua orang berkumpul. “Saya keluar dari pintu dan saya bertemu seseorang, saya lari dan bersembunyi di bawah tempat tidur saya,” katanya. “Saya takut kembali ke sekolah karena apa yang terjadi benar-benar membuat saya takut, tetapi saya akan kembali jika pemerintah mengatasi rasa tidak aman.”

Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mengatakan prioritas pemerintah adalah mengembalikan anak-anak korban penculikan selamat, hidup dan tidak terluka. “Kami tidak akan menyerah pada pemerasan oleh bandit dan penjahat yang menargetkan siswa sekolah yang tidak bersalah dengan harapan pembayaran uang tebusan yang besar,” katanya. “Biarlah bandit, penculik, dan teroris tidak memiliki ilusi bahwa mereka lebih kuat daripada pemerintah,” tegas Buhari akhir pekan kemarin.

Nigeria telah menyaksikan beberapa serangan dan penculikan seperti itu selama bertahun-tahun. Seperti penculikan massal pada April 2014 oleh kelompok jihadis Boko Haram terhadap 276 gadis dari sekolah menengah di Chibok di negara bagian Borno. Lebih dari seratus gadis masih hilang.

Pada bulan Desember, 344 siswa juga diculik dari Sekolah Menengah Sains Pemerintah Kankara di Negara Bagian Katsina. Namun, mereka akhirnya dibebaskan.

Penulis: Talitha Azmi F.

RADAR MALANG – Para siswa yang diculik kelompok bersenjata dari sebuah sekolah asrama di Nigeria utara akhirnya dibebaskan. Selain para siswa, korban penculikan yang dilepaskan adalah guru serta anggota keluarganya seperti dilansir AP News Selasa (2/3).

Gubernur Negara Bagian Niger, Abubakar Sani Bello mengatakan, dia menerima 24 siswa, enam staf dan delapan kerabat pada Sabtu setelah mereka dibebaskan pada pagi harinya. Jumlah yang dibebaskan ini berbeda dari 42 orang yang semula dikatakan gubernur telah diculik oleh para penyerang, mengindikasikan beberapa mungkin masih hilang. Namun, perbedaan tersebut tidak dijelaskan.

Salah satu siswa dirawat di rumah sakit karena kelelahan. Para siswa yang telah dibebaskan akan diperiksa dan dipantau secara medis selama beberapa hari sebelum dipertemukan kembali dengan keluarga.

Pembebasan para korban dilakukan sehari setelah polisi mengatakan sejumlah pria bersenjata telah menculik 317 gadis dari sekolah asrama di tempat lain di Nigeria utara, di negara bagian Zamfara. Seorang penduduk mengatakan orang-orang bersenjata itu juga menyerang kamp militer dan pos pemeriksaan terdekat, mencegah tentara mengganggu penculikan massal.

Beberapa kelompok besar pria bersenjata beroperasi di negara bagian Zamfara, yang digambarkan oleh pemerintah sebagai bandit dan diketahui menculik demi uang dan mendorong pembebasan anggotanya dari penjara.

Masauda Umar, 20, berhasil melarikan diri dari sekolah tersebut ketika para pria bersenjata dating ke asrama. Dia mengatakan bahwa para bandit datang ke tempat tidur mereka dan setelah mengetuk pintu utama, lalu mereka memukul orang yang menjawabnya dan membuat semua orang berkumpul. “Saya keluar dari pintu dan saya bertemu seseorang, saya lari dan bersembunyi di bawah tempat tidur saya,” katanya. “Saya takut kembali ke sekolah karena apa yang terjadi benar-benar membuat saya takut, tetapi saya akan kembali jika pemerintah mengatasi rasa tidak aman.”

Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mengatakan prioritas pemerintah adalah mengembalikan anak-anak korban penculikan selamat, hidup dan tidak terluka. “Kami tidak akan menyerah pada pemerasan oleh bandit dan penjahat yang menargetkan siswa sekolah yang tidak bersalah dengan harapan pembayaran uang tebusan yang besar,” katanya. “Biarlah bandit, penculik, dan teroris tidak memiliki ilusi bahwa mereka lebih kuat daripada pemerintah,” tegas Buhari akhir pekan kemarin.

Nigeria telah menyaksikan beberapa serangan dan penculikan seperti itu selama bertahun-tahun. Seperti penculikan massal pada April 2014 oleh kelompok jihadis Boko Haram terhadap 276 gadis dari sekolah menengah di Chibok di negara bagian Borno. Lebih dari seratus gadis masih hilang.

Pada bulan Desember, 344 siswa juga diculik dari Sekolah Menengah Sains Pemerintah Kankara di Negara Bagian Katsina. Namun, mereka akhirnya dibebaskan.

Penulis: Talitha Azmi F.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru