alexametrics
26.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Tragis, Pria China Ini Lompat ke Tungku Baja Usai Cek Saham

RADAR MALANG – Seorang pekerja pabrik baja di China melompat ke dalam tanur tinggi yang digunakan untuk peleburan logam untuk menghasilkan metal-metal industrial. Diduga kuat, hal itu karena dia baru saja kehilangan $ 9.100 dalam perdagangan saham.

Pekerja berusia 33 tahun, Wang Long itu telah bekerja di Baotou Steel milik negara di Mongolia selama lebih dari satu dekade, sebelum dia dilaporkan hilang saat bekerja di shift malam 24 Maret lalu. Dilansir dari Vice pada Kamis (1/4) dalam rekaman pengawas yang diposting di media sosial Tiongkok, Wang terlihat awalnya melemparkan helm dan sarung tangannya ke dalam tungku logam dan mineral cair sebelum akhirnya dia melompat ke tungku. Diketahui, suhu di dalam tungku bisa mencapai di atas 1.500 derajat Celcius (2.700 derajat Fahrenheit).

Baca juga : Berakhir Tragis, Mahasiswi Ini Bunuh Diri Diduga Terbelit Pinjol

Kematian pekerja tersebut telah memicu keterkejutan dan kesedihan di media sosial. Dalam pernyataan hari Selasa, Baotou Steel mengatakan Wang adalah investor saham dan kematiannya mungkin terkait dengan kerugian perdagangannya.

Wang kehilangan lebih dari 60.000 yuan ($ 9.100) dari investasinya pada hari kematiannya. “Diduga bunuh diri itu terkait dengan sejumlah besar kerugian dan bahwa dia tidak bisa membayar hutangnya yang besar,” kata pernyataan tersebut.

Banyak investor ritel di China melihat pasar saham negara yang bergejolak sebagai tempat yang dapat memperoleh kekayaan dengan cepat. Sementara pemulihan China dari wabah virus korona berkontribusi pada kenaikan pasar saham pada tahun 2020, saham China mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir, karena kekhawatiran akan berakhirnya stimulus era pandemi dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara China dan negara-negara Barat.

Beberapa investor berbondong-bondong ke pasar barang bekas online China pada bulan ini untuk mencoba menjual jam tangan, perhiasan, dan konsol game Nintendo Switch untuk mengimbangi kerugian dari investasi reksa dana mereka.

Penulis: Talitha Azmi F.

RADAR MALANG – Seorang pekerja pabrik baja di China melompat ke dalam tanur tinggi yang digunakan untuk peleburan logam untuk menghasilkan metal-metal industrial. Diduga kuat, hal itu karena dia baru saja kehilangan $ 9.100 dalam perdagangan saham.

Pekerja berusia 33 tahun, Wang Long itu telah bekerja di Baotou Steel milik negara di Mongolia selama lebih dari satu dekade, sebelum dia dilaporkan hilang saat bekerja di shift malam 24 Maret lalu. Dilansir dari Vice pada Kamis (1/4) dalam rekaman pengawas yang diposting di media sosial Tiongkok, Wang terlihat awalnya melemparkan helm dan sarung tangannya ke dalam tungku logam dan mineral cair sebelum akhirnya dia melompat ke tungku. Diketahui, suhu di dalam tungku bisa mencapai di atas 1.500 derajat Celcius (2.700 derajat Fahrenheit).

Baca juga : Berakhir Tragis, Mahasiswi Ini Bunuh Diri Diduga Terbelit Pinjol

Kematian pekerja tersebut telah memicu keterkejutan dan kesedihan di media sosial. Dalam pernyataan hari Selasa, Baotou Steel mengatakan Wang adalah investor saham dan kematiannya mungkin terkait dengan kerugian perdagangannya.

Wang kehilangan lebih dari 60.000 yuan ($ 9.100) dari investasinya pada hari kematiannya. “Diduga bunuh diri itu terkait dengan sejumlah besar kerugian dan bahwa dia tidak bisa membayar hutangnya yang besar,” kata pernyataan tersebut.

Banyak investor ritel di China melihat pasar saham negara yang bergejolak sebagai tempat yang dapat memperoleh kekayaan dengan cepat. Sementara pemulihan China dari wabah virus korona berkontribusi pada kenaikan pasar saham pada tahun 2020, saham China mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir, karena kekhawatiran akan berakhirnya stimulus era pandemi dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara China dan negara-negara Barat.

Beberapa investor berbondong-bondong ke pasar barang bekas online China pada bulan ini untuk mencoba menjual jam tangan, perhiasan, dan konsol game Nintendo Switch untuk mengimbangi kerugian dari investasi reksa dana mereka.

Penulis: Talitha Azmi F.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/